Jelang Ramadan, Harga Telur Melonjak di 210 Daerah, Papua Paling Mahal
BPS melaporkan harga telur ayam ras naik di 210 kabupaten/kota di Indonesia-ilustrasi/jambi-independent.co.id-antaranewsfoto
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan harga telur ayam ras terjadi di ratusan daerah di Indonesia.
Pada minggu pertama Maret 2026, kenaikan harga tercatat di 210 kabupaten/kota atau sekitar 58,33 persen wilayah Indonesia.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, harga rata-rata telur ayam ras secara nasional saat ini mencapai Rp32.475 per kilogram, atau sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp32.000 per kilogram.
“Sudah ada 210 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga telur ayam ras. Ada yang kenaikannya sampai 16,31 persen dan bahkan sudah mencapai 40 persen di atas HAP,” kata Amalia di Jakarta, Senin.
BACA JUGA:Pemkot Jambi dan DPRD Bahas Polemik Zona Merah Kenali Asam, Maulana: Kami Berdiri Bersama Masyarakat
BPS mencatat beberapa daerah mengalami lonjakan harga cukup tinggi. Di antaranya Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, yang harga telur ayam rasnya telah mencapai sekitar Rp42.000 per kilogram, atau sekitar 40 persen di atas harga acuan pemerintah.
Kenaikan juga terjadi di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, dengan harga telur mencapai sekitar Rp37.293 per kilogram atau sekitar 24,31 persen di atas HAP.
Sementara itu, lonjakan harga paling tinggi tercatat di wilayah Papua. Di Kabupaten Sarmi, harga telur ayam ras bahkan telah menembus Rp57.000 per kilogram, atau sekitar 90 persen lebih tinggi dari harga acuan nasional.
Menurut Amalia, kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan bahan pangan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026.
BACA JUGA:Pemkot Jambi Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers, Perkuat Sinergi Bangun Kota
“Dalam rangka menghadapi Ramadan dan Lebaran, harga telur ayam ras ini tentu perlu mendapat perhatian,” ujarnya.
Selain telur ayam ras, BPS juga mencatat beberapa komoditas pangan lain yang mengalami kenaikan harga, salah satunya daging ayam ras.
Secara nasional, harga rata-rata daging ayam ras saat ini telah mencapai Rp41.181 per kilogram, melampaui Harga Acuan Penjualan sebesar Rp40.000 per kilogram.
Sejumlah daerah bahkan mencatat harga lebih tinggi dari rata-rata nasional. Misalnya Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Siak yang mencapai sekitar Rp49.000 per kilogram, disusul Kabupaten Sumba Barat Daya sekitar Rp48.309, Kabupaten Kepulauan Seribu Rp48.000, Kabupaten Pesisir Selatan Rp46.050, Kabupaten Karawang Rp45.000, serta Kabupaten Tapanuli Utara Rp45.000 per kilogram.
BACA JUGA:Safari Ramadan di Pelayangan, Wawako Jambi Diza Perkuat Silaturahmi dengan Warga
BPS mengingatkan pemerintah untuk terus memantau pergerakan harga pangan strategis agar stabilitas pasokan tetap terjaga, terutama saat permintaan meningkat menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



