Nekat Melintas Siang Bolong, Truk Batubara Dihentikan Pemuda Pancasila di Talang Duku!
Angkutan batubara yang dihentikan warga karena dinilai melanggar jam operasional.-ist/jambi-independent.co.id-
MUARO JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID — Aksi penyetopan truk batubara kembali terjadi. Kali ini, satu unit tronton bermuatan batubara dihentikan oleh anggota Pemuda Pancasila di Jalan Jambi–Talang Duku, Kabupaten MUARO JAMBI, Jumat 27 Februari 2026 siang.
Truk tersebut diduga melanggar ketentuan jam operasional angkutan batubara yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.
Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Taman Rajo, Junaidi — yang akrab disapa Bang Jun — menegaskan bahwa kendaraan itu melintas di luar jam yang diperbolehkan.
“Aturannya jelas. Angkutan batubara hanya boleh beroperasi mulai pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB. Di luar itu dilarang melintas, apalagi menuju stok file,” tegas Bang Jun saat dikonfirmasi.
BACA JUGA:Prediksi Arus Mudik 2026 Menggila, Trans Sumatera Siap Diserbu Jutaan Kendaraan
Langgar Jam Operasional, Tujuan ke Talang Duku
Dari keterangan sopir, batubara yang diangkut berasal dari hauling PT Terminal Energi Alam Persada (TEAP) di Desa Kunangan dan rencananya akan dibongkar di PT KTN, Desa Talang Duku.
Namun, karena melintas pada siang hari, truk tersebut dianggap melanggar aturan yang sudah ditetapkan untuk mengurangi kemacetan serta risiko kecelakaan di jalur padat aktivitas warga.
Apalagi di bulan Ramadhan, mobilitas masyarakat meningkat, terutama pada siang hingga menjelang berbuka puasa.
Minta Pengawasan Ketat, Jangan Sampai Terulang
Bang Jun meminta pihak berwenang memperketat pengawasan terhadap angkutan batubara yang kerap nekat melintas di luar jadwal.
BACA JUGA:Update Pajak Innova Reborn! Ini Perbandingan Innova Reborn Diesel 2025 dan 2026
“Kami minta instansi terkait bertindak tegas. Jangan sampai aturan hanya jadi formalitas. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus jadi prioritas,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai penyetopan truk tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



