b9

Tips Jaga Gizi Anak Saat Belajar Puasa, Ini Kata Dokter Spesialis Anak

Tips Jaga Gizi Anak Saat Belajar Puasa, Ini Kata Dokter Spesialis Anak

Dokter spesialis anak dr. Afiffa Mardhotillah, Sp.A membagikan tips menjaga asupan gizi dan cairan anak-ilustrasi/jambi-independent.co.id-Klinik RHE

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Memasuki bulan Ramadan, banyak orang tua mulai mengajarkan anak berpuasa. Namun, menjaga asupan gizi tetap seimbang menjadi hal penting agar anak tetap sehat dan berenergi selama menjalani ibadah.

Dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, dr. Afiffa Mardhotillah, Sp.A, mengingatkan orang tua untuk memastikan kesiapan anak sebelum mulai berpuasa.

“Beberapa hal yang perlu dipastikan adalah usia dan kesiapan mental anak. Pastikan si kecil sudah cukup matang serta anak dalam kondisi sehat,” ujar Afiffa saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

BACA JUGA:Sidang Putusan Hari Ini, Nasib Anak Riza Chalid di Kasus Korupsi Pertamina Ditentukan

 

Pastikan Anak Siap Secara Fisik dan Mental

 

Menurut Afiffa, anak yang baru belajar puasa rentan mengalami penurunan nafsu makan serta memiliki risiko dehidrasi lebih tinggi.

Anak usia sekolah membutuhkan cairan sekitar 1 hingga 2 liter per hari, tergantung berat badan masing-masing.

Orang tua dapat menyiasati kebutuhan cairan dengan membaginya secara bertahap:

  • 25 persen saat berbuka
  • 25 persen saat makan malam
  • 25 persen menjelang tidur
  • 25 persen saat sahur

Jika anak bosan minum air putih, infused water dengan campuran buah bisa menjadi alternatif agar tetap tertarik minum.

BACA JUGA:Hoaks! Mensos Saifullah Yusuf Tak Pernah Sebut BPJS Nonaktif Jika Tak Dipakai Setahun

 

Perhatikan Komposisi Gizi Seimbang

Selain cairan, komposisi makanan saat sahur dan berbuka juga harus diperhatikan. Afiffa menekankan pentingnya asupan:

  • Karbohidrat
  • Protein
  • Lemak
  • Serat

 

Untuk karbohidrat, disarankan memilih yang memiliki indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, atau oats agar anak tidak cepat lapar.

Orang tua juga disarankan menghindari makanan dan minuman tinggi gula, baik saat sahur maupun berbuka, guna menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Protein sebaiknya memenuhi sekitar 10–15 persen dari total kalori harian anak. Menu makanan pun bisa disesuaikan dengan selera anak agar mereka lebih semangat menjalani puasa.

BACA JUGA:Resmi! Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen Berlaku 25 Februari–10 Maret 2026, Pelanggan 1 Fasa Bisa Ikut

 

Puasa Tetap Sehat dan Nyaman

Dengan persiapan yang matang dan asupan gizi seimbang, anak dapat belajar berpuasa dengan lebih nyaman tanpa mengganggu tumbuh kembangnya.

Orang tua diimbau untuk tetap memantau kondisi anak selama berpuasa. Jika anak terlihat lemas berlebihan atau menunjukkan tanda dehidrasi, puasa dapat dihentikan demi menjaga kesehatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: