1.200 Pikap Mahindra Impor dari India Tiba, Program Kopdes Merah Putih Jadi Sorotan: Otomotif Lokal Terancam?
Sebanyak 1.200 unit mobil pikap impor dari India untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah tiba di Indonesia-Jambi-Independent-akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Sebanyak 1.200 unit mobil pikap impor dari India untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah tiba di Indonesia. Sejumlah unit terlihat berada di Gedung PT Agrinas Pangan Nusantara, Jakarta.
Perusahaan pelat merah tersebut mengklaim kendaraan itu akan digunakan untuk operasional pengangkutan hasil pertanian milik Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Mobil pikap yang didatangkan merupakan produksi Mahindra dan bagian dari rencana impor besar-besaran kendaraan niaga dari India.
Sebelumnya, beberapa unit pikap asal India itu juga telah tiba di Merauke, Papua Selatan. Setidaknya enam unit kendaraan digunakan oleh rombongan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau progres pembangunan jalan di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam, Merauke, pada 9 Februari lalu.
BACA JUGA:Profil Riza Chalid: Jejak Bisnis dan Kontroversi Sang The Gasoline Godfather Yang jadi Buronan
Rencana Impor 105 Ribu Unit
Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor total 105 ribu kendaraan dari India untuk mendukung target pembentukan 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih.
Rinciannya meliputi:
- 35 ribu mobil pikap penggerak empat roda produksi Mahindra
- 35 ribu truk roda enam produksi Tata Motors
- 35 ribu kendaraan penggerak empat roda lainnya untuk distribusi operasional desa
Program ini diklaim sebagai upaya memperkuat rantai distribusi hasil tani dan mempercepat mobilitas logistik di desa-desa.
BACA JUGA:Karyawan Senang Hasil PKB PTPN IV Regional IV dan SPBUN
Tuai Polemik dan Protes
Namun, rencana impor tersebut memicu polemik di tengah kondisi industri otomotif nasional yang sedang lesu. Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan pemerintah memilih kendaraan impor alih-alih memaksimalkan produksi dalam negeri.
Komisi VI DPR RI bahkan mengaku tidak mengetahui adanya rencana impor tersebut. Sejumlah anggota dewan mengusulkan agar impor pikap dari India ditunda hingga ada pembahasan lebih lanjut.
Kritik mengemuka karena kebijakan ini dinilai berpotensi mengurangi peluang industri otomotif lokal untuk terlibat dalam proyek berskala besar tersebut.
BACA JUGA:Sidang Putusan Hari Ini, Nasib Anak Riza Chalid di Kasus Korupsi Pertamina Ditentukan
Hingga kini, pemerintah dan PT Agrinas belum memberikan penjelasan detail terkait alasan pemilihan merek dan skema kerja sama impor kendaraan trsebut.
Program Kopdes Merah Putih sendiri menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui sistem koperasi terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



