b9

Kemenekraf Gaspol! Kompetensi Juru Masak Ditingkatkan demi Perkuat Program MBG

Kemenekraf Gaspol! Kompetensi Juru Masak Ditingkatkan demi Perkuat Program MBG

MASAMO atau Masak Bersama Master Chef-Jambi-Independent-antaranewsfoto

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID -  Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) tancap gas memperkuat kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peningkatan kompetensi juru masak lewat kegiatan MASAMO (Masak Bersama Master Chef).

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, program ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dapur MBG sekaligus mendorong keterlibatan industri kreatif dalam peningkatan standar kuliner nasional.

“Melalui MASAMO, kita memperkuat SDM dapur MBG sekaligus mendorong keterlibatan industri kreatif dalam peningkatan standar kuliner nasional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah mengamanatkan Kementerian Ekraf untuk mendorong kebangkitan industri kreatif berbasis kekayaan intelektual di seluruh daerah sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, kuliner menjadi salah satu prioritas utama.

BACA JUGA:Makin Gemuk? Dokter Jelaskan Mengapa Tidur Terlalu Malam Berisiko Bikin Berat Badan Naik

 

Program MASAMO dirancang sebagai strategi peningkatan kapasitas juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui pendampingan langsung bersama MasterChef, para juru masak dibekali keterampilan untuk memastikan kualitas makanan, variasi menu, standar kebersihan, serta kandungan gizi dan protein sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kegiatan MASAMO kali ini digelar di SPPG Rajabasa 3, Lampung. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kemenekraf, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro, Badan Gizi Nasional, pengelola dan juru masak SPPG, serta dukungan industri perlengkapan dapur nasional Oxone.

Pelatihan turut menghadirkan Juri MasterChef Indonesia, Chef Norman Ismail, sebagai pelatih program.

BACA JUGA:Jelang Puasa 2026, Polisi Sidak Pasar Merangin! Minyakita Dijual di Atas HET

 

Sebanyak 50 juru masak SPPG mengikuti pelatihan intensif yang dirancang untuk meningkatkan standar profesionalisme dan kualitas layanan dapur MBG.

Materi yang diberikan mencakup keamanan pangan, personal hygiene, pengelolaan bahan baku, penyimpanan makanan matang, penerapan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), hingga teknik memasak sehat dan optimalisasi pengelolaan dapur komunitas.

Riefky menegaskan, penguatan kapasitas juru masak menjadi kunci keberhasilan MBG secara nasional. Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 65 juta penerima manfaat melalui lebih dari 21.897 unit SPPG di seluruh Indonesia.

Tahun ini, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 83 juta penerima manfaat dengan lebih dari 36.600 unit SPPG.

BACA JUGA:Setiap Imlek Selalu Hujan? Ini Jawaban Ilmiahnya dan Makna Keberuntungan di Baliknya

 

“Program MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Penguatan kapasitas juru masak menjadi kunci agar kualitas, standar kebersihan, dan nilai gizi yang ditetapkan dapat terjaga secara konsisten di seluruh Indonesia,” kata Riefky.

Lampung sendiri dinilai memiliki potensi besar di sektor kuliner, fesyen, kriya, dan konten digital. Sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, media, pelaku usaha, dan lembaga keuangan disebut menjadi kunci untuk mendorong brand lokal menembus pasar nasional bahkan global.

Kegiatan MASAMO di Lampung pun menjadi contoh nyata kolaborasi multipihak dalam mendukung program nasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian, peternakan, perdagangan, dan jasa yang terlibat dalam rantai pasok MBG.

BACA JUGA:Toyota Land Cruiser vs Land Rover, Sama-Sama Tangguh Tapi Mana yang Lebih Sultan?

 

Dengan penguatan SDM dapur dan kolaborasi lintas sektor, Kemenekraf optimistis kualitas Program Makan Bergizi Gratis dapat terus meningkat, seiring target perluasan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait