AHY Turun Langsung! Progres Tol Palembang–Betung Hampir 90%, Siap Fungsional Lebaran 2026?
Pembangunan jalan tol Palembang-Betung kini sudah 90 persen.-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kabar besar datang dari proyek strategis nasional di Sumatera Selatan (Sumsel).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turun langsung meninjau progres Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 serta pembangunan Jembatan Musi V yang kini hampir rampung.
Dalam kunjungan kerjanya, AHY memastikan proyek yang menjadi bagian penting dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) itu berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas konstruksi, percepatan pekerjaan, hingga kesiapan operasional.
Data terbaru menunjukkan progres konstruksi Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 telah mencapai 89,91%, dengan pembebasan lahan sebesar 93,85%. Sementara itu, Jembatan Musi V—yang menjadi penghubung vital dua sisi Sungai Musi—sudah mencapai 96%.
BACA JUGA:Terungkap di Sidang! Jaksa Sebut Varial Adhi Putra Minta 'Jatah' Rp2,5 Miliar ke Rekanan
“Pastikan Jembatan Musi V benar-benar kuat dan andal untuk menyangga mobilitas manusia, barang, dan jasa menuju masyarakat yang semakin maju dan sejahtera. Lanjutkan dan tuntaskan,” tegas AHY di lokasi proyek.
Target Difungsionalkan Saat Mudik Lebaran 2026
AHY juga menyampaikan bahwa ruas tol ini diproyeksikan dapat difungsionalkan secara terbatas saat arus mudik dan balik Lebaran 2026, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kelayakan teknis, dan kesiapan operasional.
Jika target itu tercapai, masyarakat akan merasakan dampak signifikan. Waktu tempuh Palembang–Betung yang sebelumnya mencapai 3–4 jam, diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar 1 jam saja.
Artinya, bottleneck dan kemacetan panjang—terutama saat musim libur dan arus logistik padat—bisa ditekan drastis.
Jembatan Musi V: Struktur Raksasa Sepanjang 1.684 Meter
Jembatan Musi V memiliki panjang total 1.684 meter dan menjadi elemen kunci yang menghubungkan kawasan Gandus di Palembang dengan wilayah Banyuasin.
Tanpa jembatan ini, konektivitas ruas tol akan terputus. Karena itu, struktur ini disebut sebagai “urat nadi” penghubung dalam sistem Tol Trans Sumatera di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



