Air Danau Kerinci Turun Drastis! Al Haris Buka-bukaan: Bukan Danau Kering, Ini Fakta Sebenarnya!
Gubernur Jambi Al Haris-andin/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Turunnya debit air Danau Kerinci dalam beberapa pekan terakhir memicu keresahan warga.
Nelayan mengeluh hasil tangkapan berkurang, sementara petani mulai khawatir akan dampaknya terhadap pengairan.
Situasi ini diperparah dengan isu liar yang menyebut Danau Kerinci menyusut akibat aktivitas PLTA Kerinci Merangin Hidro (KMH).
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jambi Al Haris akhirnya angkat bicara secara terbuka. Ia menegaskan, kondisi Danau Kerinci tidak mengalami kekeringan, seperti yang ramai diperbincangkan.
BACA JUGA:Resmi! Pemprov Jambi Batasi Handphone di Sekolah, Siswa Wajib Simpan HP Saat Jam Pelajaran
“Saya kemarin langsung ke Kerinci. Saya lihat sendiri, air danau induk itu masih stabil,” ujar Al Haris.
Namun ia mengakui, memang terdapat perubahan visual di beberapa titik danau, khususnya di area yang mengarah ke pintu turbin PLTA.
“Cuma memang ke arah pintu turbin, ada sedikit bagian tanah yang mulai nampak,” ungkapnya.
Dua Penyebab Utama Air Danau Terlihat Surut
Menurut Al Haris, ada 2 faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut. Pertama, curah hujan yang sangat minim sejak Januari, sehingga pasokan air alami ke danau berkurang.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Kembali Turun Kamis Pagi, Turun Rp17.000! Saat Tepat Beli atau Tunggu?
Kedua, arus air menuju pintu turbin PLTA yang cukup deras, sehingga menyebabkan lumpur dari dasar danau tertarik ke permukaan.
“Yang saya lihat itu bukan danau mengering. Tapi lumpurnya yang naik karena arus ke turbin cukup kuat,” jelas Al Haris.
Naiknya lumpur inilah yang membuat permukaan air di beberapa titik terlihat seperti surut, meski volume air danau induk secara keseluruhan masih dalam kondisi aman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



