b9

UNJA Gandeng Kemenkeu Gelar Seminar Literasi Keuangan dan Obligasi Negara Ritel, Dorong Mahasiswa Melek Invest

UNJA Gandeng Kemenkeu Gelar Seminar Literasi Keuangan dan Obligasi Negara Ritel, Dorong Mahasiswa Melek Invest

UNJA Gandeng Kemenkeu Gelar Seminar Literasi Keuangan dan Obligasi Negara Ritel, Dorong Mahasiswa Melek Invest-ist-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) menggelar seminar nasional bertajuk “Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Obligasi Negara Ritel” di Gedung Unifac Lantai 1, Kampus UNJA Mendalo, pada Kamis 16 oktober 2025ke.

Acara ini menjadi ajang penting dalam memperkuat pemahaman civitas akademika mengenai pengelolaan keuangan dan instrumen investasi negara, khususnya Surat Utang Negara (SUN) yang menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNJA, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P, yang sekaligus membuka acara secara resmi. Turut hadir pula Sekretaris Dewan Pertimbangan UNJA, Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum, sebagai keynote speaker, serta para pejabat dan akademisi dari berbagai fakultas di lingkungan UNJA.

Seminar ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Direktorat Surat Utang Negara, antara lain Dewi Anggraeni, S.Akun, selaku Analis Keuangan Negara Ahli Muda, Yusman S. Setyawan, Kepala Seksi Program dan Sistem Kerja, serta Bahal Anugrah, Analis Keuangan Negara Ahli Muda yang juga bertindak sebagai moderator dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA:Biaya Haji 2026 Akan Diumumkan Akhir Oktober, DPR Dorong Penurunan hingga Rp 2 Juta

Dalam sambutannya, Prof. Depison menegaskan pentingnya pemahaman literasi keuangan di kalangan mahasiswa dan dosen agar mampu mengelola potensi keuangan secara bijak dan produktif.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas wawasan kita mengenai literasi keuangan dan peran obligasi negara dalam mendukung pembangunan. Semoga para peserta bisa memahami peluang dan mekanisme pengelolaan keuangan negara, sehingga dapat berkontribusi dalam penguatan ekonomi nasional,” ujar Prof. Depison.

Sementara itu, Dr. Retno Kusniati dalam paparannya menjelaskan bahwa pemerintah membutuhkan sumber dana besar dalam proses pembangunan nasional. Salah satu instrumen yang digunakan adalah Surat Utang Negara (SUN), yang memberikan imbal hasil berupa kupon atau bunga bagi investor.

“Dalam pembangunan, pemerintah memerlukan modal yang tidak sedikit. Melalui penerbitan SUN, negara mendapatkan dana segar yang dijamin pembayarannya oleh pemerintah. Surat berharga ini bukan hanya bentuk investasi, tetapi juga wujud partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan,” ungkapnya.

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Prediksi IHSG Tembus 9.000 Akhir 2025, Capai 32.000 dalam 10 Tahun

Melalui seminar ini, peserta terdiri dari dosen dan mahasiswa UNJA—diharapkan mampu memahami secara lebih mendalam konsep literasi keuangan, manfaat investasi negara, serta bagaimana masyarakat bisa berperan langsung dalam pembiayaan pembangunan nasional melalui instrumen ritel seperti ORI dan SBR.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi UNJA untuk mendorong terciptanya generasi muda yang cerdas finansial, adaptif terhadap sistem keuangan modern, dan turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait