Cita-Cita Jadi Polisi, Kuli Asal Kumpeh Ulu Nekat Jadi Ipda Gadungan

Cita-Cita Jadi Polisi, Kuli Asal Kumpeh Ulu Nekat Jadi Ipda Gadungan

MUBA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Niat menjadi anggota Polri yang tak kesampaian, rupanya tak membuat Bambang Irawan (33) patah arang. Putar akal, dia pun jadi polisi gadungan berpangkat Inspektur Dua.

Ulah warga Desa Kasang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi ini, akhirnya menggiringnya ke Mapolsek Bayung Lencir. Itu setelah Rabu 9 Maret 2022 lalu, sekitar pukul 21.00 WIB dia diamankan jajaran Polsek Bayung Lencir di depan Alfamart di Kelurahan Bayung Lencir Indah, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

"Ini berawal kecurigaan masyarakat terhadap seorang laki-laki dengan menggunakan seragam polisi bersama teman wanitanya yang sedang duduk, setengah berbaring di depan. Selanjutnya masyarakat kemudian melaporkan keberadaan laki-laki tersebut kepada Bhabinkamtibmas Polsek Bayung Lencir," ujar Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy, melalui Kapolsek Bayung Lencir Iptu Deby Aprianto.

Setelah didatangi, polisi makin curiga. Ini karena atribut yang terpasang tidak sesuai. Kemudian juga sepatu yang dikenakan juga bukan PDH ataupun PDL standar polisi. Bambang mengenakan ID Card Dit Intelkam Polda Jambi dengan Nama B Irawan SH SIK NRP 79905303.

BACA JUGA: Wah, MUI Cabut Aturan Jaga Jarak Salat

BACA JUGA: Breaking News! Tahanan Lapas Sarolangun Kabur

"Kita mintakan KTA juga tidak bisa menunjukkan, yang bersangkutan juga mengaku alumni AKPOL 2010, sehingga kita amankan ke Mapolsek," tandasnya.

Kapolsek menerangkan, sejauh ini belum ada pihak yang dirugikan atas penyalahgunaan atribut dan seragam yang ia kenakan. Pihaknya akan memanggil pihak keluarga Bambang, serta melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi.

"Untuk atribut dan seragam kita amankan karena yang bersangkutan tidak boleh menggunakan," tukasnya. Bambang sendiri yang sehari-harinya merupakan buruh kasar mengaku sudah 3 bulan mengenakan seragam dan atribut polisi.

"Ada rasa bangga pak, saya punya cita-cita jadi polisi tapi tidak kesampaian. Orang tua gak ada biaya, kita orang kampung gak tahu kalau masuk polisi gratis," tandasnya.

BACA JUGA: Tuntut Kepsek Mundur, Siswa SMAN 3 Muarojambi Demo ke Kantor Gubernur

BACA JUGA: Brak! Mobil Pick Up Terjun ke Jurang di Kerinci, Begini Kondisi Sang Sopir

Terkait atribut dan seragam dia mengaku untuk seragam memesan dari tukang jahit dengan harga Rp500 ribu sedangkan atribut membeli online di facebook seharga Rp1,8 juta. "Adanya yang pangkat perwira pak, jadinya ngaku perwira. Untuk NRP itu saya menyesuaikan saja dengan tahun lahir, nomor sisanya saya tambahkan sendiri," bebernya.

Dia mengaku dengan atribut polisi tidak menggunakan untuk hal aneh atau merugikan masyarakat. "Saya mau bantu orang, misal ada kecelakaan saya mau bantu urus supaya damai," pungkasnya. (kur/rib)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: