Belum Ada Kesepakatan Berdamai

Belum Ada Kesepakatan Berdamai

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KOTA JAMBI, JAMBI – Kasus kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar di kawasan Simpangrimbo beberapa waktu lalu, masih berlanjut hingga kini. Meski dikabarkan pihak perusahaan bus sudah bertemu dengan pihak keluarga korban, namun belum ada hasil kesepakatan yang baik.

"Prosesnya terus berjalan, pihak perusahaan bus sudah datang dari Jawa untuk bertemu dengan pihak keluarga beberapa hari lalu," kata Kanit Laka Lantas Polresta Jambi, Ipda Ade Hidayat, Rabu (6/10).

Ade menambahkan, sejauh ini belum tercapai kata damai atas mediasi yang coba dilakukan antara pihak perusahaan bus dan pihak keluarga.

"Sampai sekarang belum menemukan kata damai itu ya, apalagi sampai sekarang si sopir masih melarikan diri. Jadi kurang etis pihak bus yang meminta maaf kepada pihak keluarga, karena mereka tidak terlibat apa-apa dalam kasus ini," pungkasnya.

Tim Unit Laka Satlantas Polresta Jambi, saat ini tengah memburu sopir Bus Bintang Trans yang melarikan dir. Di mana, diduga gara-gara mengelaki truk batu bara yang parkir, seorang siswi berinisial P (14), warga Kecamatan Alambarajo, tewas di Jalan Lintas Barat 3, Kelurahan Kenalibesar, Kecamatan Alambarajo, Senin (27/9) pukul 10.00 kemarin.

Informasi yang diterima, saat itu P berboncengan dengan T (14), menaiki motor matik BH 3973 YW, melaju dari Jalan Merak, mengarah ke Kampung Radja. Saat tiba di persimpangan jalan, T yang mengendarai motor mengelaki truk batu bara yang parkir dan melebar ke tengah jalan.

Naas, dari arah Simpang Rimbo melaju kencang mobil Bus Bintang Trans nopol E 7662 VA. Karena jarak yang sudah dekat, kecelakaan tak terelakkan. Motor yang ditumpangi keduanya menyenggol badan bus. Naas, P terpental ke dalam kolong mobil dan terlindas. Sementara rekannya, T mengalami luka-luka. Hingga kini, tim penyidik Unit Laka Satlantas Polresta Jambi, masih menyelidiki kasus ini. (dra/zen)

Sumber: