Simak, Jangan Salah Isi BBM Mobil

Simak, Jangan Salah Isi BBM Mobil

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID-Bahan Bakar Minyak (BBM) tiap kendaraan telah ditentukan. Tentu akan ada hal yang terjadi, jika BBM yang diisi tak sesuai ketentuan.

Misalnya, mobil dengan mesin bensin yang terisi BBM jenis diesel seperti solar, akan sulit dihidupkan mengingat solar membutuhkan kompresi tinggi untuk memicu ledakan di ruang bakar.

Selain itu, tekanan pompa bensin yang lebih rendah ketimbang milik mesin diesel dan suhu percikan api busi yang tidak sesuai titik nyala solar belum cukup untuk memicu ledakan.

Melansir dari Auto2000, yang dikutip dari disway.id, mesin bensin yang terisi solar akan sulit dihidupkan.

Baca Juga: Biar Rezeki Lancar, Umat Tionghoa Bikin Rumah Harus Perhatikan Aliran Air

Baca Juga: Mau Tahu Kenapa Pedagang Tionghoa Pajang Patung Maneki Neko di Toko? Ini Penjelasannya

Kalaupun bisa, umumnya karena masih tersisa bensin di tangki BBM. Namun begitu solar masuk, nyala mesin akan tersendat-sendat.

Terdapat pula kasus di mana mobil langsung mati dan tidak dapat dinyalakan kembali. Selagi mesin belum malfungsi, segera menepi dan matikan mesin.

Jangan dipaksakan untuk terus berjalan karena berisiko membuat komponen mesin rusak, bahkan jebol apabila melaju di kecepatan tinggi.

Begitu pula ketika mobil bermesin diesel terisi BBM jenis bensin. Mesin diesel membutuhkan BBM yang dapat terbakar sendiri karena hanya mengandalkan kompresi mesin yang tinggi.

Baca Juga: Dewa Che Liong Kong, Melambangkan Kesetiaan dan Perjuangan

Baca Juga: 5 Bahaya Akibat Konsumsi Gula Berlebih, Mulai dari Penyakit Jantung Hingga Depresi

Sementara bahan bakar untuk mesin bensin membutuhkan busi untuk membakarnya. Akibatnya, mesin diesel akan sulit dinyalakan karena perbedaan karakter bahan bakar dan kebutuhan mesin.

Oleh karena itu, saat menemukan gejala ini setelah isi BBM padahal sebelumnya mesin baik-baik saja, segera pastikan tidak ada kesalahan pengisian.

Apabila dipaksakan, dapur pacu diesel masih dapat dinyalakan lantaran kompresi mesin dan suhu yang tinggi di dalam ruang bakar sanggup membakar bensin.

Masalah timbul saat pembakaran tidak dapat diatur sesuai kebutuhan mesin sehingga mengakibatkan kehilangan tenaga, knocking alias ngelitik, serta membuat komponen mesin rusak bahkan jebol dan berujung harus turun mesin.

Sumber: