Terpaksa Pakai Perahu

Terpaksa Pakai Perahu

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KOTA JAMBI, JAMBI - Banjir di Kelurahan Sungaiasam, mulai rendam beberapa rumah warga, lebih tepatnya di RT 23. Debit Sungai Batanghari yang masih tinggi, menjadi faktor utama yang menyebabkan banjir di kawasan tersebut.

Pihak Babinsa Kelurahan Sungaiasam pun, memberi bantuan kepada warga yang rumahnya terendam banjir. Dahrial, selaku Babinsa mengatakan, air yang merendam RT 23 dan RT 10 Kelurahan Sungaiasam masih belum surut. Padahal, pintu air sudah dibuka.

“Walaupun pintu air dibuka, tidak akan bisa juga karena air Sungai Batanghari masih besar juga,” kata Dahrial, Senin (15/11). Dia menambahkan, ketinggian air yang merendam salah satu rumah warga sekitar 4 meter, dan hampir menyentuh lantai rumah panggung tersebut.

Untuk mengakses rumah tersebut saat ini hanya bisa dilakukan menggunakan perahu, lantaran akses jalan terendam, sama halnya dengan satu rumah lagi yang juga terendam banjir. “Ada dua rumah memang yang saat ini sedang terendam banjir, satu di RT 10 dan satu di RT 23,” tambah Dahrial.

Umar Ahmad, salah satu warga yang rumahnya terendam banjir mengeluhkan banjir yang saat ini sedang merendam rumahnya. Menurutnya air sudah sedikit berkurang, dibandingkan dengan tiga hari lalu yang sudah merendam lantai dapur rumahnya.

Lansia yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut juga berharap, pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib warga kecil seperti dirinya dalam menghadapi banjir seperti ini. Belum ada bantuan apapun yang ia dapakan selain dari Babinsa Sungaiasam melalui Dahrial. Bantuan berupa satu kantong beras yang diberikan Dahrial sangat disyukuri oleh Umar.

“Saya sangat berterima kasih kepada Babinsa saat ini, karena hanya dia yang peduli dan perhatian kepada kondisi saya saat ini,” tambah Umar.

Solihin selaku Ketua RT 23, sedikitnya dalam satu tahun terjadi 4 kali banjir yang melanda tempatnya. Ia dan Dahrial juga telah melaporkan kejadian banjir ini kepada pemerintah melalui Lurah, namun memang belum ada bantuan yang diturunkan.

“Sudah diajukan ke pemerintah, tapi memang belum ada bantuan karena warga dianggap masih bisa beraktifitas,” kata dia. Dia mengimbau masyarakat, untuk mengawasi anak-anak untuk tidak mandi di sekitaran lokasi yang sedang terendam. (mg13/rib)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: