Indonesia Pastikan Satu Gelar Ganda Putri di Indonesia Masters II 2025
Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti-Antara/jambiindependent.co.id-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Indonesia memastikan satu gelar juara dari sektor ganda putri di ajang Indonesia Masters II 2025 Super 100, setelah dua pasangan wakil Merah Putih berhasil menembus babak final.
Pasangan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine sukses melangkah ke partai puncak usai mengalahkan duet asal China, Keng Shu Liang/Li Hua Zhou, dengan skor meyakinkan 21-15, 21-17 pada laga semifinal yang digelar di GOR PBSI Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu 24 Oktober 2025.
Isyana mengungkapkan, permainan mereka kali ini berjalan cukup baik, meski sempat tertinggal di awal gim. Namun, fokus dan komunikasi yang solid membuat mereka bisa bangkit dan menguasai jalannya pertandingan.
BACA JUGA:Wah! Menteri Purbaya Sewa Hacker Buat Tes Sistem Keamanan Coretax
"Kami juga suka hilang fokus di saat poin unggul, tetapi tadi kami berhasil kontrol fokus dan bisa mengendalikan permainan dengan baik. Secara pola main kami nggak ngadu power karena lawan lebih kuat, jadi kami menang dari bola-bola pendek dan menata bola hasilnya mereka juga keteteran karena mereka tinggi jadi footwork-nya kurang lincah," ujar Isyana.
Ia menambahkan, strategi bermain dengan bola pendek menjadi kunci utama kemenangan mereka kali ini, terutama untuk menghadapi lawan yang memiliki kekuatan pukulan lebih besar.
Sementara itu, pasangan unggulan Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga melaju ke final setelah mengalahkan ganda Jepang Ririna Hiramoto/Kokona Ishikawa melalui pertarungan sengit tiga gim dengan skor 21-16, 18-21, 21-17.
BACA JUGA:Pramono Anung Pastikan TPP ASN DKI Tak Dipotong Meski Anggaran Tertekan
Apriyani mengaku kemenangan mereka tidak lepas dari komunikasi dan kerja sama yang baik di lapangan.
"Alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan hari ini dengan komunikasi yang baik antara saya, Fadia, dan pelatih," katanya.
Pada gim kedua, mereka sempat kesulitan karena arah angin berpihak pada lawan. Namun, pada gim penentuan, arah angin berubah dan memberi keuntungan bagi pasangan Indonesia untuk tampil lebih agresif.
BACA JUGA:BYD dan Honor Jalin Kerja Sama Hadirkan Ekosistem Mobil-Ponsel Pintar Terintegrasi
"Di game kedua karena kalah angin, jadi kami tertekan duluan. Di game ketiga kami di posisi menang angin jadi kami berusaha untuk terus menyerang untuk mengambil poin sebanyak. Saat pindah lapangan kami mencoba fokus lagi dan memakai tenaga yang cukup banyak untuk bertahan maupun menyerang karena kalah angin," ujar Apriyani menjelaskan.
Ia juga menambahkan, pelatih mengingatkan mereka untuk tetap fokus pada setiap poin dan menjaga konsistensi saat bertahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




