Pasangan Ketahuan Judi Online? Begini Trik Jitu dari Psikolog untuk Menanganinya

Ilustrasi tempat judi-unsplash-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Psikolog Klinis dari Universitas Indonesia, Phoebe Ramadina, M.Psi., menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang jujur dan penuh kepedulian saat mendampingi pasangan yang terjerat perilaku judi online.
“Utamakan komunikasi terbuka dan empatik. Beri ruang bagi pasangan untuk mengungkapkan apa yang sedang mereka alami. Jangan ragu menyampaikan kekhawatiran Anda, terutama jika sudah menyentuh aspek keuangan dan kestabilan keluarga,” ujarnya di kutip dari ANTARA.
Phoebe, yang juga berpraktik di lembaga Personal Growth, menyampaikan bahwa rasa marah, kecewa, atau cemas adalah hal yang lumrah saat mengetahui pasangan melakukan tindakan yang merugikan seperti berjudi secara daring.
Namun, ia mengingatkan bahwa dialog harus tetap berjalan dalam suasana yang sehat, dengan fokus pada solusi nyata dari permasalahan tersebut. Menurutnya, dukungan dari pasangan sangat penting karena perilaku judi online bukan sekadar kebiasaan negatif, melainkan bisa berkembang menjadi adiksi yang memerlukan penanganan profesional.
BACA JUGA:Bupati Muaro Jambi Siap All Out Dukung Panen Raya Jagung Nasional, Janji Angkat Nasib Petani!
BACA JUGA:Cegah Perdagangan Orang, Imigrasi Kerinci Sosialisasi TPPO kepada Lurah dan Kades di Merangin
“Peran pasangan memang signifikan dalam proses pemulihan. Namun, menjaga batasan yang sehat tetap penting agar tidak mengorbankan diri sendiri selama mendampingi,” jelasnya.
Phoebe juga menyarankan untuk menyusun percakapan dengan pendekatan non-menghakimi dan menggunakan bahasa yang mencerminkan perhatian, bukan tuduhan. Hal ini agar pasangan tidak merasa diserang dan lebih terbuka dalam berdiskusi.
Selain itu, ajak pasangan untuk bersama-sama menggali informasi terkait bahaya judi online dan upaya penyembuhannya. Ungkapkan keresahan Anda secara jujur namun tetap tenang, terutama jika sudah berdampak pada keluarga, keuangan, dan masa depan.
Lebih lanjut, ia juga menganjurkan untuk tidak ragu mencari bantuan psikolog atau konselor guna mempercepat proses pemulihan. Pendampingan dari tenaga profesional akan membantu membentuk langkah-langkah pemulihan yang lebih terstruktur dan mendalam.
BACA JUGA:325 Peserta Ikuti Aksi Donor Darah SKK Migas PetroChina di Lapangan Graha Siginjai Walikota Jambi
BACA JUGA:Dukung Insan Pers, BRI Fellowship Journalism 2025 Kukuhkan 45 Jurnalis sebagai Penerima Beasiswa Pascasarjana
“Empati dan dukungan emosional dari orang terdekat bisa menjadi pintu masuk penting menuju perubahan yang lebih baik,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: