Protes Wisuda, Kemendikbudristek Tegaskan Praktik Wisuda di Sekolah Tidak Wajib

Protes Wisuda, Kemendikbudristek Tegaskan Praktik Wisuda di Sekolah Tidak Wajib

Surat edaran dari Kemendikbudristek tentang protes wisuda di tingkat sekolah.-ist/jambi-independent.co.id-laman resmi kemendikbudristek

BACA JUGA:Hibur Kader PDIP, Penyanyi Once Bawakan 3 Lagu di Puncak Bulan Bung Karno

Para kepala daerah, kata Nasroel, harus menggerakkan dinas pendidikan di wilayah masing-masing agar melarang sekolah-sekolah untuk menggelar acara kelulusan dengan prosesi wisuda.

"Wisuda itu biayanya tidak sedikit. Orang tua murid harus bayar sewa toga, belum lagi sumbangan makan dan lain-lain. Berat itu. Padahal mereka butuh dana untuk melanjutkan sekolah anaknya," kata Nasroel.

Selain itu kata Nasroel, sekolah juga harus mengurangi perpisahan yang sifatnya memberatkan orang tua. Meski itu dengan alasan sudah kesepakatan para wali murid, sekolah seharusnya tetap bisa mengatur hal tersebut. "Jangan sedikit-sedikit bilangnya ini kesepakatan komite," kata dia.

Seperti diketahui, gelombang protes berdatangan dari para orang tua siswa. Mereka menyerbu akun instagram Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.

BACA JUGA:5 Zodiak Perempuan yang Paling Menerapkan Prinsip YOLO, Gak Takut Ambil Resiko

BACA JUGA:Warga Perumahan Pesona Kenali Asri Jambi, Tagih Janji Developer Perihal Fasilitas Umum

Protes yang disampaikan ini tentang keresahan mereka terkait pelaksanaan wisuda di TK, SD, SMP maupun SMA atau SMK.

Memang, beberapa tahun belakangan, wisuda tak lagi hanya milik para lulusan sarjana. Menggunakan toga kini tak harus menyelesaikan skripsi terlebih dahulu.

Trend wisuda terjadi pada kelulusan TK, SD, hingga SMA atau SMK. Kondisi ini, rupanya menyulitkan sebagian orang tua.

Lihat saja apa kata mereka di kolom komentar medsos milik Nadiem Makarim.

BACA JUGA:5 Zodiak Perempuan dengan Aura Glamour, Terkenal Paling Banyak Fans Nih

BACA JUGA:Ini 5 Zodiak Perempuan Paling Hoki, Bisa Dapat Untung Banyak

"Pak kalo kita bersuara itu tolong di dengar pak, segera buat peraturan supaya tidak ada lagi wisuda di TK SD SMP SMA/K, kadang biaya nya sangat memberatkan, kita nyari duit buat ijazah terus harus bayar juga buat sewa baju, sewa tempat gedung buat wisuda, dan pertegas juga untuk di hapuslan studytour yang sama sekali tidak ada manfaat nya, cuma jalan jalan gak jelas," kata akun aza20621.

"Pak Nadiem tolong hapuskan wisuda wisuda an di tingkat Paud,TK, SD SMP dan SMA, apakah pihak sekolah ingin berbisnis dengan orang tua siswa? daripada uang nya buat acara wisuda bohong bohongan mending buat beli alat tulis," tulis lagi oleh andri_azhar10.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: