Ingat, Mulai 1 Mei Siswa di Kota Jambi Dilarang Bawa Kendaraan

Ingat, Mulai 1 Mei Siswa di Kota Jambi Dilarang Bawa Kendaraan

Siswa di Kota Jambi saat membawa motor sendiri-rizalzebua/jambi-independent.co.id-

KOTA JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengaku, sudah mengeluarkan instruksi larangan siswa tingkat SD/SMP sederajat, untuk tidak menggunakan kendaraan sepeda motor ke sekolah.

Kebijakan itu mulai berlaku efektif per 1 Mei 2023. Hal itu disampaikannya saat Sidak Virtual Kehadiran ASN Pasca Libur Lebaran 1444 Hijriah, Rabu 26 April 2023.

"Saya berpesan kepada seluruh jajaran, dinas pendidikan, dinas perhubungan dan juga BPKAD untuk mempercepat persiapan kebijakan itu," kata Fasha.

Dia meminta kepada BPKAD untuk segera mencairkan dana penyertaan modal kepada BUMD Siginjai Sakti, untuk segera melakukan pengadaan Angkutan Kota (Angkot) yang nantinya bisa menunjang kendaraan siswa ke sekolah. 

BACA JUGA:Wawako Jambi Maulana Sidak Online ASN Pasca Lebaran, Masih Ada yang Tak Hadir Tanpa Keterangan 

BACA JUGA:Sekda Muaro Jambi Sidak di Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran

"Jangan lagi dipersulit. Saya minta satu sampai dua hari ini sudah ada laporan progresnya. Kita akan membeli 45 angkot yang akan dikelola oleh BUMD Siginjai Sakti," katanya.

Fasha juga meminta agar BUMD Siginjai Sakti mulai melakukan persiapan, dengan melakukan rekruitmen sopir dan tenaga lainnya.

"Saya lihat itu belum dilakukan, Dishub Kota Jambi supaya mengawasi," tambahnya.

Kebijakan itu kata Fasha, sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah lebih dari satu bulan. Hal ini guna menghindari dan meminimalisir adanya aksi geng motor dan kenakalan remaja di kota Jambi.

BACA JUGA:Waspada Bahaya Sinar UV! BMKG Prediksi Suhu Panas Terjadi Hingga Oktober 2023 

BACA JUGA:Cuti Lebaran 2023 Usai, Kapolda Jambi Cek Kehadiran Personel

"Anak dibawah umur, dan belum memiliki SIM," katanya.

Sebelumnya,  hal ini dilakukan juga menimbang, belakangan ini maraknya aksi berandalan bermotor di jalanan Kota Jambi. Dari hasil analisa dan evaluasi Kepolisian, lanjutnya salah satu penyebabnya yakni, terlalu bebasnya membawa motor ke sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: