Pusat Tak Mau Perbaiki Jalan Nasional di Jambi, Nasroel Yasir: Wajar Saja, Harus Ada Jalan Khusus Batu Bara

Pusat Tak Mau Perbaiki Jalan Nasional di Jambi, Nasroel Yasir: Wajar Saja, Harus Ada Jalan Khusus Batu Bara

Nasroel Yasir yakin jalan khusus batu bara hanya sebatas narasi tanpa ujung.-Ist/jambi-independent -

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kedatangan Komisi V DPR RI ke Kabupaten Batanghari dalam kunjungan kerja (kunker) spesifik, mungkin tak sesuai dengan yang diharapkan.

Kunker spesifik yang melihat langsung kondisi jalan nasional yang dilalui truk batu bara tersebut, justru berbalik ke Provinsi Jambi sendiri.

Saat dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Ditjen Bina Margar Kementerian PUPR beberapa waktu lalu, pemerintah justru tak mau mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan nasional di Jambi.

Pasalnya, Ditjen Bina Marga berpendapat hal itu hanya akan sia-sia, sepanjang truk batu bara belum punya jalan khusus. Masih melalui jalan nasional, yang ujung-ujungnya merusak.

BACA JUGA:Kenali Perbedaan Autisme dan Down Syndrome, Jangan Sampai Salah

BACA JUGA:Puluhan Mobil Truk Batu Bara Masuk Kota Jambi Disuruh Putar Balik

Kondisi ini membuat Pemprov Jambi dihadapkan pada satu-satunya pilihan, agar jalan nasional itu bisa diperbaiki menggunakan APBN. 

Kementerian PUPR, hanya akan mengucurkan dana Rp1,2 triliun, asalkan Pemprov Jambi bisa bertindak tegas supaya truk batu bara tidak lagi melewati jalan nasional, tapi harus lewat jalan khusus. 

Nasroel Yasir, pengamat sosial Provinsi Jambi mengatakan, keengganan Kementerian PUPR itu hal yang wajar.

Pasalnya, hanya membuang-buang tenaga dan anggaran saja. Sebab kata dia, jika jalan nasional diperbaiki, lalu dilewati truk batu bara yang tonasenya sangat besar, tentu jalan itu akan kembali rusak. 

BACA JUGA:Wajib Tahu, Ini Fungsi Lampu Hazard, dan Kapan Saat yang Tepat dan Tidak untuk Menyalakannya

BACA JUGA:Polisi Sebut Mahasiswa UI Tewas Karena Kelalaian Sendiri, Desak Orangtua Damai, Orangtua: Saya Heran..

"Kementerian pasti berpikir, buat apa diperbaiki kalo masih dilewati truk batu bara, buang-buang tenaga saja," katanya.

Dia menilai, pernyataan kementerian itu menyindir pemerintah di Jambi. Bagaimana tidak, persoalan angkutan batu bara ini, seolah tak ada jalan keluar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: