8 Langkah Sederhana Menghindari Risiko Gagal Ginjal Anak

8 Langkah Sederhana Menghindari Risiko Gagal Ginjal Anak

Kemenkes mengimbau orang tua melakukan langkah sederhana menghindari risiko gagal ginjal pada anak-Ilustrasi Ricardo-JPNN.com

JAKARTA,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Upaya penelusuran kasus gagal ginjal akut terus dilakukan Kemenkes dengan menggandeng para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. M Syahril menyatakan hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti gagal ginjal akut pada anak.

Namun menjelang hasil investigasi selesai, berikut adalah langkah sederhana menghindari risiko gagal ginjal pada anak:

 

1. Gunakan obat sesuai aturan pakai

2. Jangan konsumsi obat melebihi dosis yang ditentukan

3. Baca peringatan dalam kemasan obat

4. Pastikan obat tidak kadaluwarsa

5. Jangan konsumsi sisa obat sirup yang sudah terbuka dan disimpan lama

BACA JUGA:Selama Oktober 2022, 39 Kasus Kecelakaan Terjadi di Kabupaten Tanjab Timur

BACA JUGA:Kubah Masjid Jakarta Islamic Center Terbakar

6. Hindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu untuk mencegah terjadinya resistensi

7. Laporkan efek samping obat yang anda rasakan kepada tenaga kesehatan terdekat atau melalui aplikasi layanan BPOM Mobile

8. Dapatkan obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi atau berizin.

Menurut Syahril, saat ini Kemenkes bersama tim tengah melakukan penyelidikan epidemologi kepada masyarakat.

Penyelidikan epidemologi dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk mengetahui infeksi-infeksi yang menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak. Pemeriksaan mencakup swab tenggorokan, swab anus, pemeriksaan darah dan kemungkinan intoksifikasi.

"Tim akan menanyakan berbagai jenis obat-obatan yang dikonsumsi maupun penyakit yang pernah di derita 10 hari sebelum masuk RS/sakit. Harapannya hasilnya bisa segera kami dapatkan sebagai informasi untuk penanganan selanjutnya,” ujar dr. Syahril, di Jakarta, Selasa 18 Oktober 2022 seperti dikutip dari JPNN.com

BACA JUGA:Warga Muara Emat Blokir Jalan Kerinci- Bangko

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Gunung Kerinci Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Capai 700 Meter


Sembari menunggu hasil investigasi lanjutan, dr. Syahril menyebutkan telah meminta fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap merebaknya gagal ginjal.

"Kami minta anak dengan aktif melaporkan setiap kasus yang mengarah pada gagal ginjal akut pada anak," kata Syahril.

Lebih lanjut, sebagai bentuk kewaspadaan dini, Kemenkes meminta masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak usia 0-18 tahun untuk aktif melakukan pemantauan umum dan gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut.

Adapun gejala awal seperti penurunan volume urine yang dikeluarkan, demam selama 14 hari, gejala ISPA, dan gejala infeksi saluran cerna.

 

BACA JUGA:Tak Bisa Berenang, Bocah di Sungai Gelam Tenggelam di Sungai Bahari

BACA JUGA:Lagi, Guru Ngaji Cabuli 7 Anak


"Gagal ginjal akut pada anak ini memiliki gejala yang khas yakni penurunan volume urin secara tiba-tiba. Bila anak mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” imbau dr. Syahril. *

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: jpnn.com