Penerapan Integrated Model Dalam Pembelajaran IPA SMA Pada Kurikulum Merdeka

Penerapan Integrated Model Dalam Pembelajaran IPA SMA Pada Kurikulum Merdeka

Nur Hikmah, S.Pd --

Oleh: Nur Hikmah, S.Pd (Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Padang)

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam dengan konten yang lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.  Dalam kurikulum merdeka mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) yang terdiri dari fisika, kimia, dan biologi pada kelas X tidak dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik.

Pembelajaran IPA kelas X dengan total 324 JP (jam pelajaran) pertahun dengan alokasi intrakulikuler 216 JP pertahun dan alokasi projek penguatan profil pancasila 108 JP pertahun. Pendidik diberikan beberapa pilihan yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran IPA kelas X salah satunya dengan mengajarkan muatan ilmu pengetahuan alam secara terintegrasi.

Terdapat beberapa problematika atau kendala yang dihadapi pendidik dalam penerapan kurikulum merdeka di sekolah, salah satunya kurang siapnya pendidik menjalankan kurikulum tersebut. Kurangnya fasilitas dan referensi bagi pendidik dapat menghambat kesiapan pendidik dalam menerapkan kurikulum merdeka. Selain itu kemampuan pendidik dalam bekerja sama serta memadukan antar disiplin ilmu sangat dibutuhkan dalam penerapan kurikulum ini.

Salah satu solusi yang dapat digunakan oleh pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum merdeka adalah penerapan integrated model dalam pembelajaran IPA kelas X. Penerapan integrated model pada pembelajaran IPA tersebut memungkinkan adanya pembelajaran terpadu dengan memadukan beberapa disiplin ilmu dengan memprioritaskan konsep-konsep, keterampilan-keterampilan dan sikap yang dapadukan dari masing-masing disiplin ilmu. Penerapan integrated model tersebut juga diharapkan dapat menjadi solusi atas pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila, karena penerapannya yang memadukan konsep, keterampilan dan siap dari masing-masing disiplin ilmu.

Intagreted Model atau dalam bahasa Indonesia dapat disebut sebagai pembelajaran tipe terpadu atau pembelajaran terpadu merupakan konsep pembelajaran yang digagas oleh John Dawey, menurut Dawey pembelajaran terpadu merupakan usaha untuk mengintegrasikan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik, serta kemampuan pengetahuannya. Penerapan integrated model ini menggunakan pendekatan antar mata pelajaran (disiplin ilmu) yang dipadukan. Dalam pengaplikasiannya beberapa disiplin ilmu seperti dalam IPA terdiri dari fisika, kimia dan biologi dicari konsep, sikap, dan keterampilan yang tumpang tindih yang kemudian dipadukan menjadi satu. Para pendidik menyeleksi konsep, nilai-nilai dan keterampilan yang memiliki keterkaitan erat satu sama lain dari berbagai disiplin ilmu.

Keunggulan pembelajaran dengan integrated model ini terletak pada kemudahan yang dapat diperoleh peserta didik dalam mengaitkan berbagai konsep atau prinsip dari berbagai disiplin ilmu, sehingga diperoleh pemahaman baru yang utuh dan menyuluruh. Selain itu, motivasi peserta didik dapat meningkat karena pemahamannya tentang suatu konsep atau prinsip baru dapat diperoleh secara lebih utuh dan bermakna, karena penerapan model ini berasal dari menelaah berbagai disiplin ilmu yang saling tupang tindih dan hasilnya diangkat ke dalam tema pembelajaran. Akan tetapi dalam penerapan model ini sangat membutuhkan kemampuan kerja sama pendidik antar disiplin ilmu, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan efektif.      

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tika Resti Pratiwi dan Muslimin pada 2016 yang berjudul ‘Pembelajaran IPA Tipe Integrated untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP’ menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan tipe integrated dalam proses pembelajaran. Sejalan dengan penelitian sebelumnya, berdasarkan hasil penelitian oleh Diniyah pada tahun 2019 dengan judul ‘Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Integrated Melalui Model Inkuiri Terbimbing Tingkat Sekolah Menengah Pertama’ membuktikan bahwa model pembelajaran IPA terpadu tipe integrated dapat mendukung pembelajaran IPA dalam mengintegrasikan konsep-konsep sehingga tidak lagi adanya pembelajaran dengan konsep yang terpisah-pisah, serta dapat mengurangi adanya konsep yang tumpang tindih.

Dari pemaparan di atas, penerapan pembelajaran dengan tipe integrated dapat digunakan untuk proses pembelajaran dengan memadukan beberapa disiplin ilmu. Dalam pembelajaran IPA kelas X pada kurikulum merdeka, penerapan tipe pembelajaran ini dapat digunakan oleh pendidik, selain itu penggunaan tipe pembelajaran ini dapat memudahkan peserta didik memahami konsep materi yang dipelajari, tanpa adanya konsep yang tumpang tindih. Penerapan tipe pembelajaran ini salah satunya sangat dipengaruhi oleh kemampuan pendidikan dalam bekerja sama, sehingga diharapkan para pendidik agar dapat bekerja sama dengan baik antar guru bidang studi, sehingga penerapan tipe pembelajaran ini dapat berjalan secara optimal. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: