Dua Awak Kapal Sawit Tenggelam di Berbak, Ternyata Bapak dan Anak, Camat Berbak: Rahmat Tidak Bisa Berenang

Dua Awak Kapal Sawit Tenggelam di Berbak, Ternyata Bapak dan Anak, Camat Berbak: Rahmat Tidak Bisa Berenang

Pencarian dua awak kapal pengangkut sawit yang tenggelam di Berbak, Kabupaten Tanjab Timur, Provinsi Jambi. Kedua korban adalah ayah dan anak.-Harpandi/jambi-independent.co.id-Harpandi

MUARA SABAK, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kabar adanya warga Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjab Timur yang hilang tenggelam di Sungai Batanghari yang berada di wilayah tersebut pada hari Selasa 20 September 2022 yang lalu sekitar pukul 16.30 wib, menyebar cepat.

Mendengar kabar ini, sontak membuat warga yang mendengar kabar tersebut berbondong-bondong mendatangi TKP.

Juni Nugraha selaku Camat Berbak saat dikonfirmasi Jambi Independent via telepon mengatakan, kedua warganya yang dikabarkan tenggelam itu adalah Parman (50) dan Rahmat (25).

"Mereka adalah bapak dan anak yang saat itu dikabarkan tengah menyeberangi Sungai Batanghari menggunakan perahu ketek atau perahu mesin berukuran kecil yang berisikan bibit sawit yang hendak diantar ke seberang sungai itu," ucapnya.

BACA JUGA:Tersangka Kasus Bjorka Tak Ditahan dan Tak Wajib Lapor ke Mabes Polri

BACA JUGA:Menikah 27 Tahun, Inul Daratista Bagikan Resep Langgeng Membina Rumah Tangga

Saat itu, bibit sawit yang dibawa juga ditutupi jaring pada bagian atasnya untuk menghindari bibit tersebut terjatuh ke air saat dibawa. 

Diduga kedua korban ini tersangkut di jaring itu dan ikut tenggelam ke dalam sungai bersama perahu ketek dan bibit sawit yang mereka bawa.

"Di TKP tidak ada tanda-tanda apapun, seperti serpihan ketek, bekas bibit sawit dan lain sebagainya yang ada di perahu ketek dari dari barang-barang korban. Informasi yang saya dapat, Rahmat itu tidak bisa berenang, kalau bapaknya bisa berenang," ujar Camat Berbak ini.

Upaya pencarian hari pertama yang dilakukan oleh pihak Basarnas, TNI, Polri dan juga para nelayan sekitar sepertinya belum membuahkan hasil. Selain itu, juga tidak ditemukan adanya barang-barang milik korban yang terapung di sekitar TKP.

BACA JUGA:Pelindo Regional 2 Jambi Adakan Sosialisasi

BACA JUGA:Jasa Raharja Jambi Gelar Customer Relationship kepada Perusahaan Otobus

"Sampai saat ini, upaya pencarian terhadap kedua warga saya itu belum juga membuahkan hasil. Nanti jika ada informasi selanjutnya terkait upaya pencarian ini, akan segera saya kabarkan lagi," pungkasnya. 

Musibah ini sendiri terjadi pada hari Selasa, 20 September 2021 sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam musibah ini, satu unit pompong yang berisikan bibit sawit tenggelam.  

Sumber: