Nikmati Manisnya Aneka Durian Lokal Asal Bungo Saat Musim Durian, Ayo Intip Harganya

Nikmati Manisnya Aneka Durian Lokal Asal Bungo Saat Musim Durian, Ayo Intip Harganya

Pedagang durian di Bungo menjajakkan jualannya-Siti Halimah/jambi-independent.co.id-

MUARABUNGO, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Jika melewati Jalan Lintas Sumatera, jangan lupa untuk mampir di Kabupaten Bungo. Kabupaten Bungo terletak di paling barat Provinsi JAMBI.

Anda bisa berhenti sejenak untuk menikmati durian asli Lubuk Beringin (Luber) yang terletak di Kecamatan Bathin, karena saat ini musim durian.

Sejak pagi pedagang mulai berjejer menawarkan durian. Namun mereka mulai menyemut menjelang sore, saat matahari mulai teduh.

Buah-buah itu menggunung di tepi jalan. Titik yang paling ramai adalah di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di kawasan Pasar Atas Muara Bungo.

BACA JUGA:Penambahan Lintasan di Zabak Nasional Sirkuit Digeber, untuk Ajang Drag Race

BACA JUGA:Kasus Turun, Penderita HIV/AIDS di Tanjab Barat Masih Rangking 2 di Jambi

Kawasan itu mulai sibuk saat sore. Suara-suara pedagang itu beradu kuat menarik pembeli dengan "ayo duren duren".

Umumnya, para pedagang membawa durian dari dusun. Durian mudik, kalau masyarakat menyebutnya. Kata beberapa penjual, dari sekitar Kecamatan dan Bathin III Ulu dan juga ada duren Senamat dan dusun buat asli dari kabupaten bungo durian mulai matang dan berjatuhan untuk musim tahun ini.

Salah satu pedagang Zariah pedagang durian yang kerap mangkal di tepi Jalan Lintas Sumatera. Tepatnya dipasar atas Dia meletakkan durian yang sudah dibelah di hadapan pembeli. Baunya menyeruak. Biji-biji durian yang diselimuti daging tebal itu terlihat menggiurkan untuk segera dinikmati.

Oh ya, saat membeli durian di sini Anda bisa menyantapnya langsung di pinggiran jalan. Macam macam jenis seperti duren terung, duren tembaga dan duren tembilahan yang berasal dari kebun di Kabupaten Bungo.

BACA JUGA:Terungkap, Ini Pemilik Gudang BBM Ilegal di Kerinci, Polisi Beberkan Cara Kerjanya

BACA JUGA:Satpolairud Tanjab Timur Intens Melakukan Patroli Hingga ke Perbatasan Kabupaten

Amboy, baunya menyengat nian. Di tengah hiruk pikuk pasar dan kendaraan yang berlalu lalang, durian itu tetap asoi disantap.

Durian mudik punya tekstur daging yang manis dan lembut. Durian khas Kabupaten Bungo ini, menurut sebagian besar penjual, diambil dengan cara diadang.

Maksud diadang di sini, mereka sengaja menunggu durian jatuh dari bawah pohon. Hanya durian yang betul-betul matang saja yang mantap rasanya.

Ketika dicecap lidah, rasa manisnya begitu kentara. Bagi Anda yang penggila durian, durian khas Bungo bisa jadi rekomendasi.

BACA JUGA:BKKBN Provinsi Jambi Terus Lakukan Promosi KIE Penurunan Stunting di Wilayah Khusus

BACA JUGA:Anaknya Meninggal di Pesantren Gontor, Ibu Asal Palembang Ini Curhat ke Hotman Paris

Zariah mengatakan, durian yang dijualnya asli masak di batang. Dia berani jamin rasanya maknyus.

"Manis, enak. Kalau tidak enak, tidak usah bayar!" kata dia, menantang, Minggu 4 September 2022.

Zariah warga Lubuk Mayan menjajakan durian dagangannya mulai dari harga Rp 10.000 hingga Rp 35.000 per buah. "Murah saja, yang penting puas," celetuknya.

Abi pedagang lain juga berani memberikan jaminan yang sama. Dia menjual dagangannya mulai dari harga Rp 10.000-35.000 per buah ada standar harga di sana tergantung besar kecilnya. Tergantung duriannya juga.

BACA JUGA:Prabowo dan Puan Beri Sinyal Maju Bersama di Pilpres 2024

BACA JUGA:BBM Picu Inflasi Timbulkan Reaksi Unjuk Rasa, Ini Penegasan Kapolda Jambi pada Kepala Daerah

“Tapi kalau durian kami, saya jamin, tidak ada orang beli yang kecewa," dia berbicara dengan mantap, ala pedagang-pedagang kaki lima.

Lidia salah satu pembeli mengaku lebih menyukai durian yang ranum di batang. Dia membedakan sensasi makan durian masak di pohon dan durian peraman.

"Jelas beda. Favorit saya tetap yang masak di batang," ujarnya.

Namun, untuk mendapat durian yang sesuai selera, dia menyarankan untuk pintar-pintar memilih lapak.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: