BKKBN Terus Gencar Lakukan Kampanye Program Percepatan Penurunan Stunting

BKKBN Terus Gencar Lakukan Kampanye Program Percepatan Penurunan Stunting

Kegitan di Desa Pematang Pule--

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID-Tingginya angka stunting dan kurang nya pengetahuan masyarakat akan stunting,membuat pemerintah harus bergerak cepat untuk mengatasi stunting dengan terus melakukan kampaye akan stunting bersama, BKKBN Provinsi Jambi bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR –RI terus gencar lakukan kegiatan Kampanye Program Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan, di desa pematang Pule Kecamatan Sekernan Kabupaten Muara Jambi , tanggal 19 Agustus 2022.

Acara dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR  RI, Drs.H.Zulfikar Ahmad, koordinator ADPIN BKKBN Provinsi Jambi, Yuslidar, SP, dan dihadiri Unsur Muspika Kecamatan Sekernan.

Dalam sambutan, Yuslidar,SP, memerikan arahannya, bahwa Program Percepatan Penurunan Stunting ini dilaksanakan secara Nasional, karena Program ini sangat penting bagi Bangsa Indonesia saat ini dan kedepannya.

Dari itu masyarakat harus mengetahui apa itu Stunting, stunting itu sendiri adalah Penyakit yang berakibat generasi kita lemah, kalau masalah ini dibiarkan secara berlarut - larut maka akan sulit untuk Indonesia ini bisa maju dan bisa bersaing dengan Negara lain,ungkap Yuslidar. 

BACA JUGA:Jenderal Bintang 3 yang Nekat Kasih Ancaman Hukuman Mati ke Ferdy Sambo, Ini Sepak Terjang Komjen Agus Andrian

BACA JUGA:MotoGP 2022 Seri Austria, Enea Bastianini Raih Pole Position, Aleix Espargaro Terdepak

Disini BKKBN hadiran bersama anggota Komisi IX DPR-RI ke di desa Pematang pule, untuk membuktikan keseriusan Pemerintah dalam menangani masalah stunting, sampai ketingkat paling bawah.

Dengan tujuan bisa berdialog dan bertatap muka langsung dengan masyarakat untuk bisa menyampaikan langsung bahwa Stunting ini adalah Penyakit, terutama Penyakit yang tingkat Kecerdasannya lemah, kemudian dengan ciri tubuhnya Pendek, ungkap nya.

Stunting adalah Kondisi Gagal tumbuh pada anak balita (Bayi dibawah 5 tahun)

Ini bisa disebabkan akibat kekurangan gizi kronis,ini terjadi bukan saja setelah lahir namun terjadi sejak dalam kandungan,dan ada Istilah Berat badan Bayi lahir lemah ( BBLR) ukuran nya kurang dari 48 CM dan beratnya kurang dari 2,5 Kg, papar Yuslidar.

Untuk kondisi bayi yang terkena stunting diketahui setelah bayi berumur 2 tahun. Untuk mengantisipasi maka saya sarankan untuk ibu hami melakuka Periksa kehamilan atau kandungan secara rutin ke petugas kesehatan atau ke Pos Yandu, diusahakan dalam masa kandungan ibu hamil untuk mengkonsumsi makan bergizi, dan setelah melahirkan baik ibu dan bayinya untuk mengkonsumsi makanan gizi,dan bayi mendapatkan ASI selama 2 tahun, ungkapnya.

Komisi IX DPR RI, Drs. H. Zulfikar Ahmad, mengatakan kepada Pemerintah setempat baik itu di tingkat kabupaten sampai ke tingkat dusun diharapkan partisipasi Aktif dalam hal program ini.

Meskipun di dusun kita ini tidak terdapat penyakit stunting ini tapi setidaknya kita dapat mencegah jangan sampai penyakit ini ada di Masyrakat kita. 

Dan yang penting saya katakana bahwa Orang Stunting itu Pendek tetapi Pendek itu belum tentu stunting.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: