Asah Kemampuan Bakat Siswa, SMPN 7 Kota Jambi Ajak Orangtua Kerja Sama

Asah Kemampuan Bakat Siswa, SMPN 7 Kota Jambi Ajak Orangtua Kerja Sama

Demi membentuk siswa berprestasi, pihak sekolah dan orangtua harus bekerja sama untuk semua hal.-GITA SAVANA/JAMBI INDEPENDENT-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Memiliki siswa berprestasi tentu kebanggan bagi pihak sekolah. Namun, prestasi yang diraih tak terlepas dari dukungan semua pihak, termasuk orangtua siswa itu sendiri.

Ini dikatakan Kepala SMPN 7 Kota Jambi, Zaida Wati. Dirinya mengatakan, kerja sama dengan orang tua siswa sangat diperlukan. Sebab, menjelang perlombaan yang diikuti oleh siswa, dirinya mengatakan perlu persiapan yang matang.

Mulai dari latihan yang lebih ekstra, hingga mendatangkan pelatih yang lebih mumpuni.

“Jadi memang kita kerjasama dengan orangtua. Karena kan siswa butuh latihan. Artinya orangtua juga butuh mendukung dalam hal perizinan. Misalnya siswa latihan sampai malam,” katanya.

BACA JUGA:Menko Airlangga Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Atas Level Inflasi

BACA JUGA:Sudah Dibuka Kebijakan Baru, Visa Ibadah Umrah 1443 H Berlaku 3 Bulan

Selain itu, kata Zaida, sebelum siswa dilibatkan dalam suatu pertandingan, pihaknya pun akan memanggil orangtua.

“Kita akan panggil orangtuanya, kita sampaikan bahwa anak ini berbakat di bidang ini dan akan diasah, untuk ikuti perlombaan. Sejauh ini orang tua siswa kita suportif, jadi mereka selalu mendukung,” ujarnya.

Tak jarang pula, kata dia pihak sekolah mengajak orangtua untuk bekerja sama dengan mendatangkan pelatih atau pembina dari luar sekolah, agar siswa lebih terasah lagi kemampuannya.

“Komunikasi dan kerja sama seperti ini yang kita bentuk,” katanya.

BACA JUGA:Ramalan Karier Berdasarkan Zodiak, Libra, Anda Mungkin Merasa Bahwa Semua Orang Menentang Anda

BACA JUGA:Kisah Cinta Zodiak Kamu, 5 Agustus 2022, Leo, Hal-hal Kecil Itulah yang Membuat Kita Kesal Satu Sama lain

Sebab, dirinya mengatakan memang pihaknya melakukan seleksi terhadap siswa untuk berbagai bidang. Misalnya, untuk kelas olimpade, nanti siswa akan diseleksi, mana yang akan disiapkan untuk mengikuti perlombaan.

Hal ini dilakukan, juga lantaran beberapa tahun ini pihaknya sudah tidak menemukan siswa yang ‘siap’ untuk suatu perlombaan. Namun memang berdasarkan seleksi dan latihan-latihan.

Ini dikarenakan, kata Zaida sistem penjaringan siswa baru yang sudah berbeda. Di mana, untuk menerima siswa melalui jalur prestasi, pihaknya dibatasi kuota melalui standar nilai yang telah ditetapkan.

Seperti penerimaan siswa di tahun ini, dirinya mengatakan bahwa ada 73 siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi, namun karena perhitungan melalui bobot, pihaknya hanya bisa mengakomodir 13 siswa berprestasi.

BACA JUGA:Tegas, Ini Jawaban Rizky Billar Saat Dituduh Menumpang Hidup Dengan Lesti Kejora

BACA JUGA:Jadi Tulang Punggung Keluarga, Nathalie Holsher Curhat Begini

“Selebihnya, terpaksa kita harus limpahkan ke sekolah lain,” kata Zaida.

Akibatnya kata dia, di tahun ini pihaknya kembali tidak mendapatkan siswa berprestasi di bidang seni, olimpiade dan beberapa bidang lainnya.

Dari 13 siswa yang terakomodir itu, kata dia kebanyakan siswa berprestasi di bidang agama, yaitu tahfiz. Kemudian, di bidang olahraga, untuk atlet taekwondo, silat, dan lainnya.

“Jadi memang tahun ini kita tidak dapat siswa berprestasi untuk olimpiade ataupun seni. Karena nilainya. Untuk seni, kan perlombaan di tingkat kota atau provinsi, jadi nilainya lebih rendah dibandingkan untuk lomba dari bidang olahraga di tingkat nasional,” katanya.

BACA JUGA:Emas Hari Ini Meroket Karena Kabar Menegangkan Dari Amerika

BACA JUGA:Pecinta Keju Jangan Kalap! Ini 5 Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Keju

Begitu pula dengan prestasi jalur tahfiz, kata Zaida, pihaknya menerima penghafal Alquran empat juz hingga tujuh juz.

“Banyak yang kami buang. Karena persaingannya sangat ketat. Bobot terendah ini 975,” katanya.

Namun, meski demikian dirinya dan segenap guru tidak tinggal diam. Semua siswa yang sudah diterima yakni sebanyak 352 orang ini akan digembleng oleh pihaknya sehingga dapat berprestasi di bidang tertentu.

Meski tak ada siswa berprestasi yang diterima di bidang seni dan olimpiade, namun pihaknya optimis akan melahirkan siswa yang berprestasi di bidang tersebut.

“Kita ada guru-guru yang semangat dan siap bersaing untuk membentuk siswanya. Nantinya akan kita asah dari 13 siswa berprestasi dan lainnya tersebut, dan akan dapat anak olimpiade,” kata dia.(tav/zen)

Sumber: