Pemilik PSG Nyinyir, Liga Spanyol Mulai Mati

Pemilik PSG Nyinyir, Liga Spanyol Mulai Mati

Pemilik PSG Nyinyir--

JAMBI-INDEPENDENT.COM - Presiden La Liga, Javier Tebas, baru-baru ini terang-terangan menyerang PSG dan Manchester City. Ternyata CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi, tidak tinggal diam, dan balik menyerang Tebas.

Sejak Kylian Mbappe memperpanjang kontraknya di Paris, Tebas terang-terangan mengkritik PSG dan Man City, terutama terkait urusan finansial. Bahkan, La Liga mengklaim telah mengirim surat keluhan ke UEFA tentang kedua klub tersebut yang dituding melanggar Financial Fair Play.

Al-Khelaifi tidak tinggal diam. Dia balik melontarkan sindiran pedas, menyuruh Tebas memikirkan urusannya sendiri.

Bagaimana komentar pedas CEO PSG tersebut?

BACA JUGA:Laba BTN Naik 49 Persen Hingga Mei 2022

BACA JUGA:Soal Dana Pandemi, Sri Mulyani Sampaikan Kabar Baik

"Tebas? Saya tidak mengenalnya. Biarkan dia mengkhawatirkan tentang liga miliknya, karena itu sedikit mati dan dia harus berhenti menceramahi orang," ujar Al-Khelaifi, seperti dikutip Marca, Rabu (22/6/2022).

Saat ditanya apakah dia khawatir tentang pengaduan yang diajukan La Liga ke UEFA, Al-Khelaifi kembali memberikan sindiran.

"Siapa Tebas? Saya tidak mengenalnya. Gaya kami adalah tidak ikut campur urusan klub-klub lain, liga-liga lain, atau federasi lain. Itu bukan gaya kami. Tapi kami tidak akn terima jika orang lain menceramahi kami."  

"Saya tidak peduli apa yang dia katakan, sejujurnya. Orang-orang sudah bicara ini selama bertahun-tahun. Kami punya proyek sepak bola untuk dibangun dan kami akan menatap ke depan," ujar bos PSG itu.

BACA JUGA:Tingkatkan Ekonomi Digital, Ini Dia Kata Menko Airlangga dengan IBM

BACA JUGA:Usai Bacok Korban dan Ditangkap, Bos Genk Motor Jambi Ini Bilang Begini

Sebelumnya, La Liga mengajukan keluhan resmi ke UEFA terkait Manchester City dan Paris Saint-Germain. Mereka menuding kedua klub raya tersebut melanggar Financial Fair Play (FFF).  

Manchester City dan dituduh merusak sepak bola. Bos La Liga, Javier Tebas, mengecam sepak terjang dua klub raksasa Eropa itu.

Javier Tebas menyoroti manuver Man City atas manuver memboyong Erling Haaland dari Borussia Dortmund belum lama ini, dengan banderol 51 juta pounds (Rp910,7 miliar). Tebas mengklaim juara Liga Inggris itu terus-menerus melanggar FFF.

Sebelumnya, Tebas juga berkomentar pedas soal skandal kontrak baru Kylian Mabppe di PSG. Menurutnya, kesepakatan itu sebagai penghinaan terhadap sepak bola.

BACA JUGA:Walah Otak Gus Miftah Disebut Jongkok, Ini Penyebabnya

BACA JUGA:Subsidi Tembus Rp 502 T, Jokowi Malah Bandingkan BBM di Indonesia dengan Singapura

"La Liga minggu ini mengajukan keluhan ke UEFA tentang PSG, yang akan bergabung dengan yang lain melawan Manchester City pada April, untuk memahami bahwa klub-klub ini terus melanggar peraturan fair play keuangan saat in," tulis pihak La Liga, seperti dikutip Marca, Kamis (16/6/2022).

"La Liga memahami bahwa klub-klub ini melakukan pembiayaan tidak teratur, baik melalui suntikan uang langsung atau melalui sponsor dan kontrak lain yang tidak sesuai dengan kondisi pasar atau tidak masuk akal secara ekonomi."

"La Liga menganggap bahwa praktik ini mengubah ekosistem dan keberlanjutan sepak bola, merugikan semua klub dan liga-liga Eropa, dan hanya berfungsi untuk menggelembungkan pasar secara artifisial, dengan uang yang tidak dihasilkan dari sepak bola itu sendiri," imbuh pihak La Liga.

Tebas menilai PSG melakukan tindakan curang terkait kontrak Mbappe. Pemain asal Prancis itu semula santer dikabarkan akan pindah ke PSG, tetapi kemudian batal setelah menerima kontrak baru dari PSG yang nilainya luar biasa.



BACA JUGA:Komitmen ASEAN Bangun Resiliensi Potensi Bencana di Tagih Indonesia

BACA JUGA:BPTD V Wilayah Jambi Periksa Perusahaan Bus Pariwisata Jambi, Ini Faktanya"City pasti telah melakukan sesuatu, karena Haaland meminta klub lebih banyak selain dari 60 juta pounds yang telah dibayarkan," sergah Tebas.

"PSG akan berakhir dengan kerugian 200 juta, bahkan udah menyeret 300 ... dan mereka tetap melenggang dan memperbarui kontrak Mbappe dengan jumlah itu."

"Mereka pasti curang, saya tidak tahu apakah membayar di luar Prancis. lingkungan atau menggemukkan sponsorship, yang sudah mereka lakukan," imbuh Tebas.  (slt)

Sumber: