Jembatan Sungai Rano Bakal Diperbaiki, Ini Penjelasan Dinas PUPR Tanjab Timur

Jembatan Sungai Rano Bakal Diperbaiki, Ini Penjelasan Dinas PUPR Tanjab Timur

Sekdis PUPR Kabupaten Tanjab Timur, Apriboy Candra saat memberikan penjelasan mengenai Jembatan Sungai Rano.-Harpandy-https://jambiindependent.disway.id/

MUARASABAK, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID Dinas PUPR Tanjab Timur akan berupaya melakukan rehab total dan melaksanakan perbaikan perbaikan permanen untuk mengatasi kerusakan yang kerap terjadi di Jembatan Sungai Rano yang membentang di RT 5, RW 2, Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak Barat.

Jembatan ini sendiri merupakan akses utama yang untuk menghubungkan jalur lintas Muarasabak-Kualajambi.

Apriboy Candra selaku Sekdis PUPR Tanjab Timur saat diwawancarai di ruang kerjanya menjelaskan, terkait penanganan kerusakan yang terjadi di Jembatan Sungai Rano, pihaknya sudah melakukannya perbaikan dengan kegiatan tanggap darurat.

Jika melihat dari kondisi tonase kendaraan yang kerap melintasi jembatan tersebut, kemungkinan perbaikan dengan tanggap darurat itu tidak bisa bertahan lama.

BACA JUGA:Minta Jembatan Sungai Rano Dibuat Permanen, Warga: Suara Besinya Menganggu

BACA JUGA:Hari Pertama Ngantor, Pj Bupati Sarolangun Hendrizal: Yang Belum Baik Kita Benahi

"Kami mencoba mengusulkan kegiatan untuk rehab total jembatan tersebut. Karena dengan kondisi saat ini, gelagar dan lantai jembatan itu wajib kita ganti karena sudah termakan usia," jelasnya.

Pihaknya mencoba mengusulkan kegiatan untuk Jembatan Rano itu diusulkan dalam bentuk kegiatan fisik untuk pembangun.

"Otomatis kita akan berupaya mengusulkan di perubahan atau di anggaran 2023 untuk perbaikan permanen," tegas pria yang akrab disapa Boy ini.

BACA JUGA:Presenter Wanita di Taliban Wajib Pakai Cadar Saat Siaran TV

BACA JUGA:Halaman DPRD Kota Jambi Mulai Diaspal, Makan Biaya Rp 700 Juta

Lanjut, Sekdis PUPR Tanjab Timur ini menambahkan, pihaknya juga sudah melibatkan beberapa perusahan untuk penanganan kerusakan jembatan tersebut, dan beberapa perusahaan yang ikut merasakan manfaat dari jembatan itu juga sudah ikut melakukan rehab melalui CSR.

"Kalau kondisi jembatan itu saat ini, belum masuk kategori rusak berat. Sebab masih bisa dilalui kendaraan baik itu sepeda motor maupun mobil. Akan tetapi ada beberapa item yang harus kita rombak dan kita tingkatkan menjadi beton agar lebih awet," pungkasnya. (pan/zen)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: https://jambiindependent.disway.id/