Kaki Joko dan Apriyadi Dipelor

Kaki Joko dan Apriyadi Dipelor

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, MUARABULIAN  - Joko dan Apriyadi, warga Sumatera Selatan, selain harus merasakan dinginnya sel tahanan, keduanya harus merasakan sakit di kaki mereka. Ini lantaran, petugas BNNK Batanghari memberi hadiah timah panas kepada keduanya.

Mereka berdua berusaha melawan saat akan ditangkap, Sabtu (10/7) lalu, di kawasan SPBU Bajubang. Penangkapan terhadap kedunya dijelaskan Kepala BNNK Batanghari, AKBP Zuhairi berdasrakan nyanyian tersangka Matri alias Gondrong yang terlebih dahulu diamankan beberapa waktu lalu.

Dari nyanyian tersangka Matri itulah, kemudian petugas melakukan under cover buy sembari membawa Matri. Petugas kemudian memancing kedua tersangka, Joko dan Apriyadi untuk keluar dari tempat persembunyiannya dengan cara memesan sabu.

Lokasi transaksi pun telah disepakati di SPBU Bajubang. Petugas yang sudah sedari tadi menunggu melihat dari kejauhan Joko dan Apriyadi datang menaiki motor. Namun mereka tak kunjung mendekati tersangka Matri.

Tak ingin keduanya kabur, sontak peugas BNNK Batanghari langsung keluar dari tempat persembunyian dan berusaha menagkap mereka. Sayangnya, saat itu keduanya melawan dengan cara menabrak petugas agar bisa kabur. Mau tak mau, petugas akhirnya melepaskan tembakan ke kaki keduanya.

“Dari hasil penggeledahan kita amankan empat paket besar sabu seberat 34,61 gram.  Saat ini keduanya masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai asal usul barang haram tersebut,” jelasnya.

Petugas dikatakan AKBP Zuhairi juga turut mengamankan barang bukti lain berupa uang tunai Rp 560 ribu, mnotor Mega Pro, dan dua unit hp yang digunakan tersangka untuk bertransaksi.

Sementara itu, tersangka Joko mengaku, selain sebagai pemasok, ia dan Apriyadi kerap menggunakan sabu. “Lebih kurang 1 tahun.  Untuk upah paling besar Rp 3 juta,” sebutnya.

Alhasil keduanya terancam pasal 114 jo 132 jo pasal 113 UU RI NO 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancama maksimal seumur hidup. (sub/zen)

Sumber: