Penjualan Hewan Kurban Lesu

Penjualan Hewan Kurban Lesu

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KUALATUNGKAL- Penjualan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 1442 Hijriah, masih sepi karena imbas pandemi Covid-19. Sejumlah pedagang hewan yang berada di wilayah Kabupaten Tanjab Barat mengeluhkan sepinya pembeli. Ini dikatakan Ahay, salah saorang pedagang sapi di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjungjabung Barat.

"Tahun ini turun dibanding dengan tahun lalu dengan  panjualan sekitar 60 ekor. Sementara tahun ini walaupun sudah mendekati hari raya, baru terjual 30 ekor," ungkapnya, Selasa (13/7).

Menurut Ahay, pandemi Covid-19 sengat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Sehingga daya beli pun turun. "Mungkin karena Covid-19, penjualan menjadi menurun. Kita masih melihat kebutuhan lokal. Kalau sudah mencukupi, maka permintaan luar daerah kita penuhi," tuturnya.

Ahay menyebutkan sapi yang dijual berasal dari lokal, yakni Ulu Tanjab Barat yang memang wilayah tersebut dianggap cocok untuk ternak sapi. "Sapi kita semuanya lokal, seperti Tebingtinggi, Tungkal Ulu dan Senyerang. Saat ini ketersedian sapi lokal masih tercukupi," ungkapnya.

Dia menjelaskan, sapi bali dan simental paling banyak diminati masyarakat. Harga pun bervariasi, mulai Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per ekor. Sesuai dengan ukuran berat dan kesehatan hewan tersebut.

"Jenis sapi kita disini hanya ada dua, sapi bali dan simental. Peminat konsumen banyak didua jenis itu. Kalau untuk sapi bali yang ukuran 200kilo kita jual dengan harga berkisar Rp 17 juta sampai Rp 20 juta, paling mahal ukuran 400 kilo dijual Rp 30 juta," katanya.

Disisi lain, jelang Hari Raya Kurban pemeriksaan terhadap kesehatan hewan rutin dilakukan oleh Puskeswan. Hal ini tetap menjaga kesehatan hewan dan kehigienisan hewan pada saat pelaksanaan qurban. "Kita rutin melakukan pengecekan hewan, Alhamdulillah tidak ditemukan penyakit pada ternak," tandasnya. (rul/ira)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: