Dorce dan Bedug Gus Dur

Dorce dan Bedug Gus Dur

Catatan: Masayu Indriaty Susanto
 
Oprah Winfrey-nya Indonesia itu telah berpulang. Dedi Yuliardi Ashadi atau Dorce Gamalama, pagi ini (16/2) menghembuskan nafas terakhirnya di RS Pusat Pertamina Simprug, Jakarta Selatan, di usia 58 tahun setelah dirawat selama tiga minggu karena penyakit komplikasi diabetes dan juga terpapar Covid.
 
Artis, pencipta lagu, komedian, dan penyanyi ternama itu pertama kali melejit saat menjadi host sebuah talkshow populer di Trans TV pada 2005, Dorce Show.

Di acara itu, Dorce tampil dengan gaya kocak, khas dengan teriakan serak-serak basahnya saat menyapa penonton,”show..show..show..!”  

Dan dia selalu menutup talkshow itu dengan kalimat, ”Kesempurnaan hanya milik Allah.”
 
Hidupnya memang penuh kontroversial. Terutama saat dia memutuskan untuk  menjalani operasi ganti kelamin di Surabaya pada 1983.

Itu karena Dorce merasa dirinya adalah “wanita” yang terperangkap di dalam tubuh seorang pria. Sebuah keputusan seorang Dorce yang menyulut kontroversi bertahun-tahun di tanah air.
 
Namun toh, Dorce jalan terus. Karirnya melejit, undangan show mengalir deras. Dia adalah bintang film yang kehadirannya  menjadi hiburan dari anak-anak sampai kakek nenek. Lagu-lagunya yang berirama pop, dangdut, bahkan keroncong disukai. Gurauannya yang orisinal menyegarkan suasana. Dia membuat semua orang, dari presiden sampai penjual asongan, tertawa terbahak-bahak.

Di kalangan pesohor, Dorce juga dikenal sebagai senior yang ringan hati. Dia membantu dan membimbing artis-artis pemula.

Desainer papan atas Anne Avantie mengaku, Dorce lah yang pertama kali mengajaknya mengenal dunia entertainment. Saat menjadi host Dorce Show, Anne Avantie yang merancang dan mendesain semua gaun yang dikenakan Dorce.
 
“Bunda Dorce lah yang membukakan jalan untuk saya sehingga bisa seperti sekarang,” ujar Anne Avantie kepada media.
 
Dorce bahkan mencatatkan namanya dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran berhasil meluncurkan sembilan album sekaligus hanya dalam waktu lima bulan, sejak November 2005 hingga Maret 2006. Album yang melibatkan 74 artis itu, menempatkan Dorce masuk di posisi 1883 dalam daftar penerima penghargaan MURI.

Bedug Gus Dur
 
Dorce Gamalama lahir di Solok, Sumatera Barat. Ayahnya seorang tentara juga pelukis, meninggalkannya saat dia baru berusia 3 bulan. Dan ibunya yang seorang penjual beras juga meninggalkannya saat Dorce berusia 4 bulan. Dorce kecil pun tumbuh besar diasuh neneknya.
 
Bakat seninya sudah tampak sejak dia masih kecil. Nama Dorce digunakannya saat mulai eksis di panggung hiburan.

Belakangan dia menambahkan nama Gamalama, terinspirasi dari nama sebuah gunung di Ternate.

Dorce sudah mengalami disforia gender sejak usia 7 tahun. Saat itu dia sering tampil di panggung sebagai komedian, dan merasa lebih nyaman tampil sebagai perempuan.

Bertahun-tahun dia bertarung melawan “rasa” itu, sampai akhirnya dia memutuskan untuk menjalani operasi ganti kelamin di RSUD Dr Soetomo Surabaya oleh ahli bedah plastik Prof Dr dr Djohansjah Marzoeki Sp.BP. Saat itu usianya 20 tahun.
 
Prosedur untuk menjalani operasi kelamin saat itu tidak mudah, karena memerlukan ahli dari berbagai disiplin ilmu. Dari ahli bedah, ahli andrologi, ahli jiwa, ahli urologi, dan sebagainya.

Setelah empat bulan menunggu, Dorce kemudian secara medis dinyatakan layak menjalani operasi pergantian kelamin.
 
Kehadirannya sebagai seorang manusia yang baru banjir hujatan. Bahkan mengancam karirnya di dunia hiburan.

Tapi Dorce mengaku pasrah. Salah satu yang sangat dikenangnya yaitu kata-kata Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dorce, yang akrab dengan hampir seluruh presiden Indonesia, mengaku sosok Gus Dur lah yang paling paling memiliki kesan mendalam baginya. Bahkan Dorce mengaku Gus Dur dianggapnya seorang panutan, ulama, dan guru.
 
”Kamu jangan takut untuk hidup karena hidup kamu sudah ada yang ngatur. Surga dan neraka bukan manusia yang menentukan tapi Tuhan,” cerita Dorce.
 
Dorce pernah mengundang Gus Dur untuk meresmikan musala pribadi di rumahnya. Peresmian dibuka dengan menabuh bedug. Nah, setelah peresmian, bedug itu dimuseumkan oleh Dorce, dan diberi nama "Bedug Gus Dur".

Kolam Renang
untuk Anak Yatim

Masa kecilnya yang berat membuat Dorce menjadi sosok penyayang dan peduli dengan kalangan bawah. Terutama anak-anak yatim.

Dorce memang lebih dikenal sebagai artis. Tidak banyak yang tahu jika Dorce sudah sejak lama mendirikan Yayasan Dorce Gamalama Halimahtussakdiyah, sebuah yayasan yang menaungi 800 anak yatim.
 
Hampir setiap bulan Ramadan, Dorce membagi-bagi santunan, makanan, dan memberi bingkisan bagi ratusan anak. Juga menyekolahkan mereka.

Karena itulah anak-anak yatim itu memanggilnya dengan sebutan Bunda Dorce.
 
Saat aktif di layar kaca, Dorce juga sering membawakan reality show yang menyasar kalangan bawah. Dia pernah menyamar sebagai pembeli di sebuah warteg, dengan mata tertutup sebelah supaya tidak dikenali.

Di akhir acara, dia memberikan setumpuk uang lembaran ratusan ribu rupiah baru kepada di pemilik warteg yang begitu terkejut dan langsung bersujud dan menangis haru.

Beberapa tahun lalu Dorce juga mendirikan sebuah sekolah Islam di Jakarta Selatan, di kawasan padat penduduk. Namanya Sekolah Islam Kasih Sayang Ibu.

Sekolah ini ada jenjang pendidikan dari playgroup sampai sekolah dasar. Fasilitasnya komplet. Juga ada kolam renang dan playground. Dan gratis untuk  anak-anak yatim.
 
Kepada awak media, Dorce mengaku mendirikan sekolah ini karena dia merasa, pendidikan adalah yang terpenting bagi anak-anak yatim demi masa depan mereka.

Dan khusus kolam renang, dia membuatnya karena kenangan masa kecilnya.
 
”Dulu waktu kecil saya pernah diusir saat mau berenang dan main di sebuah kolam renang. Itu yang membuat saya ingin membuat kolam renang suatu saat nanti. Semua anak yatim boleh berenang dan bermain,” kata Dorce yang sampai saat ini telah mengadopsi tiga orang anak ini.

Kini, para anak yatim itu akan kehilangan sosok bunda mereka. Sosok malaikat tanpa sayap. Yang selama hidupnya giat berbagi rezeki  dengan segala keterbatasannya.
 
Pulanglah dengan tenang Dorce
Kesempurnaan memang bukan milik kita…
 
Innalillahi wainnailaihirojiun (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: