Pertanyakan Pengawasan Covid-19 SMA TT Terkait Isolasi di dalam Sekolah

Pertanyakan Pengawasan Covid-19 SMA TT Terkait Isolasi di dalam Sekolah

JAMBI,  JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Beberapa siswa SMA TT Abdurrahman Sayoeti yang terpapar Covid-19, harus diisolasi di sekolah. Alasannya, ruangan isolasi di Bapelkes Provinsi Jambi, yang tak jauh dari sekolah sudah penuh. Ini menjadi sorotan bagi Nasroel Yasir yang sebagai pengamat di Jambi.

Kata dia, sumber Covid-19 di SMA TT tersebut ada di sekolah. Sementara siswa yang positif kembali diisolasi di sekolah. Menurutnya ini salah. Pasalnya tempat isolasi Covid-19 tersebut harus steril, sehingga pasien tidak lagi terpapar.

“Di sana ada Covid-19, malah diisolasi di tempat Covid-19. Harusnya dibawa ke tempat isolasi yang diawasi oleh bidan, atau tenaga kesehatan,” kata Nasroel, Minggu (20/2).
Kata dia, jika isolasi di tempat SMA TT, maka akan menyulitkan pengawasan dari tenaga kesehatan, sangat mustahil jika nakesnya harus keluar masuk dari SMA TT, sehingga ini bisa menularkan semua orang.

“Ini harus ada evaluasi lagi, jangan sampai sekolah ini menjadi penyebaran Covid-19 disekolah. Kok bisa tempat isolasi di dalam sekolah, sementara kasusnya ada dari dalam sekolah,” tambahnya.

Baca Juga: Harga Karet Capai Rp10.500 per Kilo

Kata dia, jika ada pasien yang positif di SMA TT tersebut, seharusnya di awasi oleh yang memiliki tanggungjawab dan pengetahuan. “Ini kan tidak masuk akal” singkatnya.
Meski di Bapelkes Pujian, tempat isolasi penuh, Nasroel menyarankan agar di isolasi di rumah sakit atau di bawa ke tempat isolasi yang semestinya.

“Banyak rumah sakit yang ada di Jambi ini, seharusnya di bawa saja ke rumah sakit atau tempat isolasi terpadu,” jelasnya.
Diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra langsung menghentikan pembelajaran tatap muka disekolah dan diganti dengan daring. Untuk siswa yang negatif dari Covid-19, langsung dipulangkan dari sekolah.

Namun, karena hasil dari PCR yang telah diambil dari beberapa waktu lalu, belum keluar semua. Sehingga masih menunggu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi.
“Kita koordinasikan dengan kepala sekolah dan lainnya, nanti di dalam ada sekolah itu ada tempat isolasi, karena Bapelkes juga penuh,” kata dia.

Baca Juga: Belum Bisa Gelar Ekskul Takjen: Sudah Banyak yang Bersurat

Kata dia, kasus Covid-19 di SMA TT saat ini ada sebanyak 133 dari sebelumnya yang hanya mencpai 73 kasus, total kasus di SMA TT saat ini masih sebanyak 206 kasus.
“Kita akan menyiapkan tempat isolasi di dalam SMA TT sendiri, karena kasus Covid-19 melonjak” tandasnya. (slt/rib)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: