b9

Trump Ancam China! Tarif 100 Persen Siap Hajar Barang Impor Negeri Tirai Bambu

Trump Ancam China! Tarif 100 Persen Siap Hajar Barang Impor Negeri Tirai Bambu

Presiden Amerika Serikat (As) Donald Trump. -AP/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap China dengan rencana penerapan tarif impor hingga 100 persen untuk berbagai produk asal negeri Tirai Bambu.

Tak hanya itu, Trump juga mengumumkan akan memberlakukan kontrol ekspor ketat untuk sejumlah perangkat lunak penting.

Dalam unggahan di media sosial pada Jumat 10 Oktober 2025, Trump menyebut langkah tersebut sebagai respons terhadap kebijakan China yang memperketat ekspor logam langka.

Ia menuduh Beijing bersikap semakin agresif dan berusaha "menjadikan dunia sebagai tawanan ekonomi."

BACA JUGA:Malam Penentuan Timnas! Indonesia Harus Taklukkan Irak demi Tiket Piala Dunia 2026

"Sesuatu yang aneh sedang terjadi di China. Mereka menjadi sangat bermusuhan," tulis Trump dalam pernyataannya.

Ia bahkan mengancam akan membatalkan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping, meskipun belum memastikan apakah pertemuan itu benar-benar akan digelar.

Pernyataan Trump sontak mengguncang pasar keuangan. Indeks S&P 500 anjlok 2,7 persen, menjadi penurunan harian terdalam sejak April 2025.

BACA JUGA:Respon Cepat! Polisi Amankan 9 Berandalan Bermotor Madesu yang Bikin Onar di Kota Jambi

China, yang selama ini menguasai produksi logam dan mineral langka bahan penting untuk industri mobil listrik, ponsel pintar, hingga semikonduktor menanggapinya dengan langkah-langkah baru, termasuk penyelidikan antimonopoli terhadap raksasa chip AS, Qualcomm.

Beijing juga berencana menerapkan biaya tambahan bagi kapal-kapal yang terkait dengan perusahaan Amerika.

Krisis perdagangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia ini kembali memanas setelah sebelumnya sempat mereda pada Mei lalu ketika keduanya sepakat menurunkan tarif impor.

Namun kini, ketegangan meningkat dengan tarif baru yang membuat barang-barang China dikenai tambahan 30 persen dan produk AS dikenai tarif 10 persen di pasar China.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: