Karhutla di Kumpeh Belum Padam, Ini Kendala yang Dihadapi
Gubernur Jambi Al Haris saat turun ke lokasi karhutla di Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.-ist/jambi-independent.co.id-
BACA JUGA: Cat Dinding Menggelembung dan Mengelupas? Jangan Langsung Mengecat Ulang, Ini Penyebabnya
Namun, keberadaan alat berat belum menghilangkan seluruh tantangan. Angin kencang membuat kobaran api lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan potensi kebakaran menjalar ke area lain.
Pemprov Jambi bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat terus memperkuat penanganan di lapangan.
Pada Minggu sore, penambahan personel dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan mulai diarahkan menuju lokasi. Sejumlah peralatan pendukung juga ditambah, termasuk pompa air dan tong penampung air untuk membantu proses pemadaman.
Penambahan personel dan peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pengendalian api, terutama di area yang sulit dijangkau.
BACA JUGA:Toyota Calya Bekas: Pilihan MPV 7-Seater Terjangkau untuk Mobilitas Keluarga
Di tengah berbagai kendala, Al Haris mengajak masyarakat mendoakan keselamatan petugas, relawan, dan warga yang terlibat dalam pemadaman karhutla di Kumpeh.
Ia berharap seluruh personel diberikan kekuatan dan keselamatan hingga kebakaran berhasil dikendalikan. Al Haris juga berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi kondisi kering yang menyulitkan penanganan kebakaran.
“Tentunya kita mohon doa dari masyarakat, supaya petugas bersama masyarakat yang sedang berjuang di lokasi berhasil memadamkan api. Dan yang tidak kalah penting, semoga hujan segera turun. Insyaallah, amin,” harapnya.
Penanganan karhutla di Desa Gedong Karya masih membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Keterbatasan air, asap pekat, akses yang sulit, serta angin kencang menjadi tantangan yang harus dihadapi petugas dan masyarakat.
BACA JUGA:Resep Membuat Kering Tempe Kacang Teri, Perpaduan Khas Dan Kenikmatan Sempurna
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus berupaya memperkuat pemadaman untuk mencegah api meluas. Keselamatan petugas dan warga juga menjadi perhatian selama proses penanganan berlangsung.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






