bank jambi baru

Sekda Merangin Pimpin Rakor Pengendalian Harga dan Program Gizi Gratis

 Sekda Merangin Pimpin Rakor Pengendalian Harga dan Program Gizi Gratis

RAKOR: Sekda Merangin, Zulhifni saat memimpin Rakor.-ist/jambi independent-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin terus memperkuat langkah strategis dalam mengendalikan laju inflasi daerah sekaligus mengawal program-program strategis nasional.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Merangin Planning Center (MPC) Bappeda Merangin, Senin (5/10).

Rakor tingkat nasional yang dirangkaikan dengan pembahasan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), tarif angkutan, hingga permohonan bantuan inspeksi Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) oleh Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, pimpinan cabang Bulog, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat teknis di lingkungan Pemkab Merangin.

BACA JUGA:Bupati dan Wabup Merangin Hadiri Peringatan HUT TNI ke-81

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama Oktober 2026, Kabupaten Merangin mencatat perubahan IPH sebesar 2,41 persen.

Komoditas yang menjadi penyumbang terbesar kenaikan harga di wilayah Merangin adalah cabai merah dengan andil sebesar 2,044, disusul beras sebesar 0,26 dan cabai rawit sebesar 0,118.

Kenaikan harga tersebut tercermin dari hasil pemantauan harian Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merangin di Pasar Baru Bangko per 5 Oktober 2026.

Harga cabai merah keriting tercatat melonjak hingga Rp65.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.

BACA JUGA:1 Oktober, Polres Merangin Banjir Spanduk dan Papan Ucapan

Selain komoditas hortikultura, harga daging sapi juga mengalami kenaikan menjadi Rp150.000 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas premium naik menjadi Rp17.000 per kilogram.

Adapun beras SPHP Bulog masih stabil dan dijual sesuai harga yang ditetapkan, yakni Rp12.000 per kilogram.

Sekda Merangin, Zulhifni, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan pemantauan lapangan secara ketat untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan serta kelancaran distribusi di seluruh pasar tradisional.

“Pemkab Merangin bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memantau pergerakan harga bahan pokok. Kita ingin memastikan pasokan pangan tetap aman dan distribusi lancar, terutama untuk komoditas yang saat ini mengalami kenaikan seperti cabai dan daging,” ujarnya.

BACA JUGA:Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Merangin: Polisi Bongkar Peran Istri dan Mertua Munyuk

Selain mengevaluasi fluktuasi harga pangan dan dampak penyesuaian tarif angkutan, rakor tersebut juga membahas persiapan teknis pelaksanaan verifikasi dan penilaian kesesuaian Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) oleh Satgas MBG.

Dengan kolaborasi bersama BPS, Bulog, serta jajaran Forkopimda, Pemkab Merangin optimistis stabilitas harga bahan pokok di Pasar Baru Bangko maupun pasar-pasar kecamatan dapat segera terkendali.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait