b9

Duh! Jalan di Lambur II Tanjab Timur Rusak Parah, Kendaraan Harus Antre

Duh! Jalan di Lambur II Tanjab Timur Rusak Parah, Kendaraan Harus Antre

Kondisi jalan di Desa Lambur II, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur.-harpandi/jambi-independent.co.id-

MUARASABAK, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Puluhan kendaraan angkutan hasil perkebunan dan juga angkutan barang lain berbaris cukup panjang dari arah dua sisi, di jalan milik Provinsi Jambi tepatnya Desa Lambur II, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur.

Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa 7 Oktober 2025 sore lalu. Pantauan di lokasi, kondisi jalan provinsi tersebut cukup parah.

Mulai dari Simpang Tugu Sawit di depan Kantor Desa Lambur II, sampai menuju arah perbatasan Kecamatan Muarasabak Timur dan Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjab Timur.

Parly, salah satu sopir mobil distribusi tabung LPG yang juga terjebak di sana, mengatakan bahwa ruas jalan tersebut memang sering ditemukan adanya kerusakan jalan, terutama di saat musim penghujan.

BACA JUGA:Kapolresta Jambi Serahkan Mobil Pajero Milik Korban Perampokan kepada Keluarga

"Jalan ini kalau sudah rusak, terus ditimbun sekali, saat ada kendaraan angkutan sawit yang tonasenya cukup berat, akan bonyok lagi jalan itu pak, malah jadi tambah parah," ucapnya.

Dirinya menerangkan, jika kerusakan yang terjadi cukup parah, dirinya terpaksa harus mengantre untuk melintasi ruas jalan yang rusak tersebut hingga berjam-jam.

"Untuk pangkalan gas yang kami antar ini, mereka sudah mengerti jika ada keterlambatan saat mengirim Gas. Itu karena kerusakan jalan seperti ini," terangnya.

Masih di lokasi yang sama, Rudi, salah satu sopir angkutan barang yang kerap melintas diruas jalan tersebut juga menuturkan keluhannya.

BACA JUGA:Cepat dan Peduli! Wabup Junaidi Mahir Pastikan Korban Kebakaran Kasang Kumpeh Dapat Bantuan

Saat musim penghujan seperti saat ini, dirinya kerap mengalami kesulitan saat melintasi ruas jalan di lokasi tersebut yang kerusakannya cukup parah.

"Kalau sudah musim hujan seperti sekarang ini bang, di sepanjang jalan ini banyak kondisi jalannya yang bonyok dan susah dilalui, bahkan buat kemacetan juga," tuturnya.

Saat ini, dirinya menyebutkan, ada alat berat berukuran kecil milik perusahaan swasta yang membantu mengatasi kerusakan jalan agar kendaraan angkutan barang yang melintas bisa melalui jalan ini.

Meski demikian, akibat kerusakan jalan tersebut yang cukup parah, tidak jarang pula kendaraan angkutan hasil perkebunan dan angkutan barang tidak mampu menerobos kerusakan jalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait