b9

Melihat Optimistis Pasar Modal Indonesia 2026

Melihat Optimistis Pasar Modal Indonesia 2026

Noviardi Ferzi-dok/jambi-independent.co.id-

BACA JUGA:Toyota Corolla Cross 2026 Resmi Meluncur! Tampil Lebih Mewah, Irit BBM dan Siap Jadi Raja SUV Kompak

Aktivitas penghimpunan dana juga diperkirakan tetap solid di kisaran Rp230–260 triliun, mencerminkan seleksi emiten yang semakin ketat dan peningkatan kualitas penawaran umum.

Basis investor domestik menjadi penyangga penting optimisme tersebut. Jumlah investor yang telah mencapai 20,2 juta SID pada akhir 2025 diproyeksikan meningkat menjadi 23–24 juta pada 2026.

Dominasi investor berusia di bawah 40 tahun memperkuat likuiditas pasar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap arus dana asing, meskipun tantangan literasi dan perlindungan investor tetap perlu diperkuat.

Di pasar obligasi, kinerja positif Indonesia Composite Bond Index sepanjang 2025 mencerminkan stabilitas makro dan kepercayaan investor. Pada 2026, pasar obligasi diperkirakan bergerak lebih defensif dan stabil, berfungsi sebagai jangkar portofolio di tengah potensi volatilitas pasar saham.

BACA JUGA:Nah! Ada 31 Orang Tewas di Jalanan Kabupaten Tanjab Barat Sepanjang Tahun 2025

Sementara itu, perdagangan karbon mulai menunjukkan peran strategisnya.

Meski nilai transaksinya masih relatif kecil, potensi pertumbuhan hingga dua hingga tiga kali lipat pada 2026 menandai terbentuknya kelas aset baru berbasis keberlanjutan yang dapat memperluas ekosistem pasar modal nasional.

Aspek integritas pasar menjadi penentu utama kualitas pertumbuhan ke depan. Penegakan hukum dan sanksi administratif yang dijalankan OJK sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar berjalan seiring dengan penguatan tata kelola.

Konsistensi pengawasan ini akan menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan investor, khususnya investor institusional jangka panjang.

BACA JUGA:All New Toyota Veloz Hybrid Hadir, Seberapa Irit Konsumsi BBM-nya?

Dengan seluruh indikator tersebut, optimisme pasar modal Indonesia pada 2026 adalah optimisme yang berbasis data dan struktur.

Jika 2025 adalah tahun akselerasi, maka 2026 adalah tahun pembuktian, apakah pasar modal Indonesia mampu naik kelas sebagai pilar pembiayaan ekonomi nasional yang stabil, berintegritas, dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: