7 Cara Menghilangkan Jerawat Batu yang Efektif

Sabtu 07-11-2026,15:00 WIB
Reporter : Egi
Editor : Egi

5. Mengelola gaya hidup.

Pengelolaan stres, tidur yang cukup, dan olahraga teratur termasuk anjuran yang disebutkan untuk membantu mengendalikan jerawat. Mencuci wajah dan tubuh setelah berolahraga juga dianjurkan. Sejumlah penelitian menyebutkan pola makan dengan indeks glikemik rendah mungkin membantu, sehingga makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan seperti roti putih sering dibatasi. Cokelat serta makanan berlemak atau pedas tidak disebut sebagai penyebab jerawat oleh rujukan medis tertentu. Paparan sinar matahari berlebih dan tanning bed juga dianjurkan untuk dihindari.

6. Menggunakan obat oles sesuai anjuran.

Benzoyl peroxide bekerja membunuh bakteri di kulit dan mengurangi peradangan. Retinoid, yaitu turunan vitamin A, membantu membuka sumbatan pori dan membantu kerja antibiotik. Adapalene tersedia tanpa resep di sejumlah negara, sedangkan tretinoin dan tazarotene memerlukan resep dokter.

BACA JUGA:Resep Makanan Sederhana, Telur Bulat Bumbu Bali, Olahan Sederhana Khas Nusantara

Produk bebas untuk jerawat ringan pada umumnya tidak cukup kuat untuk jerawat batu. Obat oles yang mengandung antibiotik seperti clindamycin termasuk obat keras yang harus dengan resep. Kulit yang memakai obat oles tertentu menjadi lebih sensitif terhadap matahari, sehingga tabir surya perlu digunakan. Penggunaan hydrocolloid patch dapat membantu menutup dan menyerap cairan pada jerawat yang sudah bernanah.

7. Berkonsultasi ke dokter spesialis kulit untuk pengobatan medis.

Jerawat batu biasanya tidak hilang dengan sendirinya dan sulit diatasi di rumah. Pilihan yang diresepkan dokter meliputi antibiotik oral untuk jangka pendek pada jerawat yang menyebar, pil KB atau spironolakton pada sebagian perempuan dengan jerawat terkait hormon, serta isotretinoin, yang disebut sebagai pengobatan paling efektif dengan sekitar 85 persen pengguna membaik dalam empat hingga enam bulan.

Dokter juga dapat menyuntikkan kortikosteroid langsung ke dalam kista. Obat-obat ini memiliki risiko dan syarat penggunaan masing-masing. Spironolakton dapat menyebabkan cacat lahir dan tidak cocok bagi penderita penyakit ginjal. Pil KB tidak sesuai bagi perokok, penderita pembekuan darah, atau perempuan yang sedang merencanakan kehamilan. Isotretinoin membawa risiko serius, dan perempuan harus menghindari kehamilan selama menggunakannya. Perubahan suasana hati, sakit kepala yang menetap, mimisan, memar, darah dalam urine, serta nyeri otot dan sendi perlu dilaporkan kepada dokter.

BACA JUGA:Antrean Solar Subsidi Makin Mengular, Pemprov Jambi Kaji Sitem Ganjil Genap

Setelah jerawat terkendali, bekas luka dapat ditangani dengan prosedur seperti chemical peel, dermabrasi, atau laser resurfacing sesuai penilaian dokter.

Kunjungan ke dokter dianjurkan jika jerawat tidak membaik setelah empat hingga enam minggu perawatan mandiri, benjolan semakin besar atau sangat nyeri, atau mulai muncul bekas berlubang dan hiperpigmentasi yang parah. Jerawat batu dapat bertahan bertahun-tahun, mengenai area luas, dan meninggalkan bekas permanen, sehingga penanganan sejak dini oleh dokter spesialis kulit dinilai lebih baik daripada menunggu jerawat hilang sendiri.

Informasi di atas bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Penentuan jenis dan lama pengobatan, termasuk penggunaan obat keras, ditetapkan oleh dokter sesuai kondisi masing-masing.

Kategori :

Terkait