Ada dua speaker bersertifikat DTS dengan klaim volume hingga 300 persen dan Bass Booster, sensor sidik jari, serta pemancar inframerah yang bisa difungsikan sebagai remote kontrol.
Pilihan warnanya adalah Deep Cherry, Midnight Black, dan Sunset Gold.
Perlu dicatat, itel A300+ hanya mendukung jaringan 4G dan tidak mengusung 5G.
Sebagai gantinya, ponsel ini menawarkan UltraLink yang mempertahankan koneksi Bluetooth hingga jarak 1,5 km tanpa sinyal seluler, serta Satellite Messaging dan Flash Call untuk panggilan darurat singkat.
BACA JUGA: Toyota Avanza S 2010: MPV Bekas 1.500 cc yang Masih Dilirik, Segini Kisaran Harganya
Ketersediaan dan cara kerja fitur-fitur tersebut di Indonesia belum dijelaskan secara rinci.
Kehadiran layar sekunder pada ponsel seharga ini menandai pergeseran tren. Fitur yang tadinya identik dengan ponsel premium,
seperti layar belakang untuk pratinjau kamera dan notifikasi, kini mulai turun ke segmen entry-level. Bagi pengguna yang kerap berswafoto atau merekam video dengan kamera utama,
layar kedua memberi kemudahan karena hasil bidikan bisa langsung terlihat tanpa membalik ponsel.
BACA JUGA:Gubernur dan Wali Kota Jambi Sepakat Matangkan Persiapan HCS 2026, Pelaksanaan Diusulkan Mundur
Baterai 7.000mAh juga menempatkan itel A300+ di jajaran ponsel berdaya tahan besar. Bagi pelajar, pengemudi ojek daring,
atau pekerja lapangan yang jarang sempat mengisi daya, kapasitas sebesar itu berpotensi memberi pemakaian lebih dari satu hari.
Namun, daya tahan sebenarnya akan bergantung pada pola pemakaian, kecerahan layar, dan kualitas sinyal.
Calon pembeli sebaiknya juga mempertimbangkan sisi lain. Layar HD+, chipset Helio G81, dan ketiadaan 5G membuat ponsel ini kurang ideal untuk gim berat atau kebutuhan jaringan masa depan. Meski begitu, untuk komunikasi, media sosial, menonton video, dan kamera sehari-hari, spesifikasinya terbilang cukup, dan bonus power bank pada pembelian di masa peluncuran menambah nilai.
Secara keseluruhan, itel A300+ cocok untuk pengguna yang mencari ponsel murah dengan fitur yang berbeda, terutama layar kedua dan baterai besar. Meski chipset Helio G81 dan layar HD+ membuatnya lebih pas untuk penggunaan harian dan gim ringan, kehadiran layar sekunder pada harga sekitar Rp2 jutaan tetap menjadi daya tarik yang jarang ditemui di segmen ini.*