Dari sisi memori, Microsoft menghapus opsi RAM 8 GB yang sebelumnya tersedia dan menjadikan RAM 16 GB sebagai konfigurasi dasar.
Kedua perangkat ditawarkan dengan RAM 16 GB atau 24 GB dan penyimpanan 256 GB atau 512 GB. Keputusan ini turut memengaruhi harga jual, karena opsi RAM 8 GB inilah yang sebelumnya memungkinkan kedua perangkat dijual di bawah US$1.000.
Di Amerika Serikat, Surface Pro 12 inci dibanderol mulai US$1.149, atau sekitar Rp19 jutaan dengan kurs kasar, sedangkan Surface Laptop 13 inci mulai US$1.199 atau sekitar Rp20 jutaan. Konfigurasi Surface Laptop 13 inci berkisar dari RAM 16 GB dan penyimpanan 256 GB seharga sekitar US$1.200 hingga RAM 24 GB dan penyimpanan 512 GB sekitar US$1.500.
Harga awal ini naik cukup signifikan dibandingkan generasi pertama yang diluncurkan di bawah US$1.000, dan kenaikan harga memori disebut ikut berperan di balik penyesuaian tersebut.
BACA JUGA:Kartini Bekasi Sulap Limbah Plastik Jadi BBM
Microsoft juga meluncurkan Surface Mouse baru dengan umpan balik haptik dan tombol Copilot yang dapat disesuaikan, dijual seharga US$79,99 atau sekitar Rp1,3 jutaan, juga mulai 13 Oktober 2026.
Perangkat komersial ini turut tersedia bagi pelanggan bisnis melalui Surface for Business pada tanggal yang sama, sementara Surface Pro 12 inci tersedia dalam pilihan warna Black dan Platinum.
Hingga berita ini dibuat, Microsoft belum mengumumkan harga maupun ketersediaan resmi Surface Laptop 13 dan Surface Pro 12 generasi terbaru untuk pasar Indonesia.
Calon pembeli di Tanah Air disarankan menunggu pengumuman resmi Microsoft Indonesia, dan tidak berpatokan pada harga di Amerika Serikat karena harga lokal dapat berbeda akibat pajak, distribusi, dan kurs.*