Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya Ph.D, menekankan pentingnya metode dan kesempatan belajar yang tepat bagi setiap anak.
Menurutnya, kesulitan anak dalam memahami pelajaran tidak seharusnya langsung dimaknai sebagai keterbatasan kemampuan.
“Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik. Melalui GASING, matematika kami hadirkan secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan,” ujar Yohanes Surya.
BACA JUGA:3.580 Narapidana di Jambi Dapat Remisi HUT RI, 82 di Antaranya Langsung Bebas
Ia menilai perubahan dapat dimulai ketika guru semakin percaya diri dalam mengajar dan siswa tidak lagi takut untuk mencoba.
“Ketika guru semakin percaya diri mengajar dan anak tidak lagi takut mencoba, di situlah proses belajar mulai membawa perubahan,” katanya.
Sebelum kolaborasi di Bali, Telkomsel bersama INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon.
Paket tersebut tersedia melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U sebagai salah satu upaya memperluas akses keluarga Indonesia terhadap pembelajaran numerasi digital.
Di Bali, ekosistem tersebut kemudian diperkuat melalui keterlibatan pemerintah daerah, peningkatan kompetensi guru, pembelajaran siswa, hingga evaluasi program secara bertahap.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia, termasuk pengembangan sains, teknologi dan pendidikan.
Melalui perpaduan peran pemerintah, pendidik, teknologi, dan pemangku kepentingan pendidikan, pembelajaran matematika diharapkan tidak lagi hanya berorientasi pada angka dan rumus.
Lebih dari itu, matematika didorong menjadi sarana untuk membangun cara berpikir, keberanian mencoba, kemampuan memecahkan masalah, serta kepercayaan diri generasi muda menghadapi masa depan.*