JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Gubernur Jambi Al Haris menilai pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan hal yang wajar.
Ini menjadi bagian dari kewenangan presiden dalam mengevaluasi serta menentukan jajaran pemerintahannya.
Menurut Al Haris, keputusan tersebut tentu didasarkan pada berbagai hasil evaluasi yang dilakukan Presiden Prabowo, baik berdasarkan laporan masyarakat maupun kondisi yang terjadi selama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Program ini kan sudah berjalan kurang lebih dua tahun. Tentu beliau memiliki evaluasi-evaluasi, laporan dari masyarakat, serta melihat berbagai kondisi yang terjadi selama ini," kata Al Haris saat diwawancarai, Rabu (3/6).
Al Haris menegaskan bahwa pergantian pejabat di lingkungan pemerintahan merupakan hal yang normatif dan perlu disikapi secara bijaksana.
"Saya kira itu hal yang normatif. Ketika seorang presiden menggunakan hak prerogatifnya untuk mengganti bawahannya, saya kira itu hal yang biasa dan harus disikapi dengan bijak," ujarnya.
Ia berharap kepemimpinan baru di BGN dapat membuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih baik serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Mudah-mudahan yang baru ini ke depan bekerja lebih baik. Harapan Presiden tentu program MBG ini dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Al Haris juga berharap program tersebut semakin luas dan merata di seluruh daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Ke depan semoga semakin baik, lebih menyentuh, lebih menyeluruh, dan mencakup seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang berada di daerah 3T. Itu yang kita harapkan," tutupnya.