Hadapi Ancaman El Nino, TPHP Jambi Percepat Tanam dan Siapkan Strategi Air

Minggu 19-04-2026,19:22 WIB
Reporter : Septin Rita Andini
Editor : Jennifer Agustia

JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Jambi mulai bersiap menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai Mei mendatang.
Kepala TPHP Provinsi Jambi, Rumusdar, mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Jambi akan memasuki fase iklim dengan curah hujan rendah yang berpotensi menimbulkan kekeringan cukup panjang. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman dan jadwal tanam petani.
“Kalau kondisi ini terjadi, kemungkinan akan ada pergeseran bahkan pengurangan luas tanam. Penyebabnya karena ketersediaan air yang terbatas,” katanya saat diwawancarai, Minggu (19/4).
Ia menjelaskan, siklus tanam yang biasanya berlangsung 3 hingga 4 bulan akan ikut terdampak. Tanaman yang ditanam pada awal tahun, seperti Januari hingga Maret, diperkirakan masih aman hingga masa panen. Namun, untuk periode berikutnya, petani diminta lebih waspada karena risiko penurunan produksi cukup besar.
Sebagai langkah antisipasi, TPHP mendorong percepatan tanam agar petani dapat memanfaatkan sisa musim hujan. Selain itu, petani juga diimbau aktif memantau informasi cuaca dari BMKG sebagai acuan dalam menentukan waktu tanam.
“Kami juga meminta petani memanfaatkan sumber air yang masih tersedia serta memperbaiki jaringan irigasi yang mungkin tersumbat. Ini penting agar distribusi air tetap lancar,” jelasnya.
Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi bagian dari strategi. Dengan dukungan teknologi, proses pengolahan lahan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
TPHP juga menegaskan bahwa bantuan pompa air yang telah disalurkan sebelumnya masih bisa dimanfaatkan. Tercatat sebanyak 3.155 unit pompa air tersedia di lapangan, hasil bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Selama masih ada sumber air, pompa ini bisa dioperasikan untuk membantu petani,” tambahnya.
Selain itu, TPHP akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BMKG, BPBD, serta pemerintah kabupaten/kota. Sosialisasi kepada petani juga akan digencarkan agar langkah mitigasi dapat dilakukan sejak dini.

Kategori :