JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Fenomena El Nino mulai masuk ke Indonesia. El Nino memiliki dampaknya yang cukup menghawatirkan. Mulai dari memicu kekeringan hingga suhu ekstrem.
El Nino juga meningkatkan risiko penyakit di berbagai belahan dunia, termasuk wilayah tropis seperti Indonesia.
Kondisi ini terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mengganggu pola cuaca global. Dampaknya, sejumlah wilayah mengalami kemarau panjang, krisis air bersih, hingga penurunan kualitas udara—faktor yang berkontribusi langsung terhadap lonjakan kasus penyakit.
Para ahli memperingatkan, tanpa mitigasi yang tepat, El Nino berpotensi memperparah krisis kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
1. Populasi Malnutrisi dan Krisis Pangan
El Nino memperparah kekeringan yang berdampak pada gagal panen dan kelangkaan air bersih. Akibatnya, risiko malnutrisi meningkat drastis, terutama pada masyarakat berpenghasilan rendah.
Daya tahan tubuh yang menurun membuat kelompok ini lebih rentan terhadap infeksi, termasuk penyakit diare seperti kolera.
BACA JUGA:Perjalanan Dinas Dipangkas Drastis, Luar Negeri 70%! Ini Strategi Pemerintah Hemat Triliunan Rupiah
2. Anak-Anak dan Lansia
Kelompok usia ekstrem—anak-anak dan lansia—memiliki kemampuan adaptasi tubuh yang lebih rendah terhadap perubahan suhu.
Gelombang panas akibat El Nino meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, hingga kematian, terutama jika tidak ditangani dengan cepat.
3. Penderita Penyakit Kronis
Individu dengan penyakit kronis seperti jantung, diabetes, atau gangguan pernapasan menghadapi risiko komplikasi lebih tinggi saat suhu meningkat ekstrem.
Penggunaan obat rutin dan kondisi tubuh yang sudah lemah memperparah dampak paparan panas dan kualitas udara buruk.