JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Aktivitas logistik nasional selama bulan Ramadhan diperkirakan meningkat signifikan.
Volume distribusi barang bahkan diprediksi melonjak hingga 30 persen dibandingkan periode normal seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dan transaksi perdagangan daring. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mengatakan lonjakan tersebut terjadi di seluruh rantai pasok, mulai dari distribusi antarwilayah hingga pengiriman ke pusat-pusat konsumsi. “Biasanya kenaikan volume dalam rantai pasok selama Ramadhan bisa mencapai sekitar 30 persen,” kata Mahendra di Jakarta, Rabu. BACA JUGA:Wagub Abdullah Sani Buka Bazaar Gerakan Pangan Murah, Upaya Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Sembako E-Commerce Turut Mendorong Lonjakan Mahendra menjelaskan peningkatan aktivitas distribusi juga dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan elektronik selama Ramadhan. Pertumbuhan transaksi e-commerce diperkirakan berada di kisaran 15 hingga 20 persen. Dalam sistem logistik modern, khususnya pada sektor e-commerce, pengiriman barang biasanya dilakukan melalui mekanisme konsolidasi muatan sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah. “Order yang masuk biasanya dikumpulkan dulu sampai menjadi satu muatan penuh truk, kemudian dikirim dari hub ke hub besar seperti di Semarang, Bandung, atau Surabaya sebelum didistribusikan ke wilayah tujuan,” ujarnya. Dari hub utama tersebut, barang kemudian diteruskan ke hub regional hingga tahap distribusi terakhir atau last mile yang biasanya dilakukan di dalam kota. BACA JUGA:Buktikan Komitmen dalam Memperbaiki Layanan, Satker Kementerian ATR/BPN Meraih 1 Predikat WBBM FMCG hingga Fashion Paling Banyak Dikirim Sejumlah kategori produk tercatat mengalami lonjakan pengiriman paling besar selama Ramadhan. Produk tersebut antara lain: Fast Moving Consumer Goods (FMCG) atau kebutuhan konsumsi cepat Produk fesyen Produk kesehatan seperti obat-obatan dari jaringan ritel farmasi “Yang paling dominan biasanya FMCG, fashion, dan juga produk medis seperti obat-obatan,” kata Mahendra. BACA JUGA:Ikuti Bazar Ramadan Kementerian ATR/BPN, Pegiat UMKM Kolaborasi untuk Perkenalkan Produk Unggulan Distribusi Dimulai Sejak H-30 Lebaran Lonjakan pengiriman juga dipengaruhi pola persiapan distribusi yang dilakukan jauh sebelum puncak permintaan. Untuk wilayah yang lebih jauh seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua, pengiriman biasanya sudah dimulai sekitar 30 hari sebelum Lebaran. Sementara itu: Distribusi ke Kalimantan membutuhkan waktu sekitar 7–10 hari Distribusi ke Sumatera sekitar 5–6 hari melalui jalur darat BACA JUGA:Ikuti Bazar Ramadan Kementerian ATR/BPN, Pegiat UMKM Kolaborasi untuk Perkenalkan Produk Unggulan “Untuk daerah yang jauh biasanya pengiriman sudah dimulai sejak H-30 sampai H-20 agar barang bisa sampai tepat waktu,” jelasnya. Tantangan Logistik di Negara Kepulauan Mahendra mengungkapkan tantangan terbesar dalam distribusi logistik selama Ramadhan tetap berkaitan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan serta keterbatasan sarana angkut. Di jalur darat, perusahaan logistik kerap menghadapi keterbatasan armada karena meningkatnya permintaan pengiriman secara bersamaan. Sementara itu di jalur laut, industri logistik juga menghadapi kekurangan kontainer yang berdampak pada kenaikan tarif pengangkutan. “Khusus di jalur laut, saat ini juga terjadi kekurangan kontainer sehingga tarif jasa pengangkutan ikut naik,” ujarnya. Selain itu, kesenjangan distribusi antara wilayah barat dan timur Indonesia juga masih menjadi tantangan. Sebagian besar pusat produksi barang masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia sehingga distribusi menuju kawasan timur sering kali tidak diimbangi dengan arus barang balik yang memadai. “Sering kali dari timur ke barat tidak ada muatan balik yang cukup, sehingga kapal atau kendaraan kembali dalam kondisi kosong,” katanya. BACA JUGA:Bentuk Kepedulian terhadap Sesama, Kementerian ATR/BPN Gelar Bazar Ramadan 1447 H Digitalisasi Jadi Kunci Efisiensi Untuk menghadapi lonjakan permintaan, pelaku industri logistik mulai menerapkan strategi distribusi yang lebih adaptif, seperti penjadwalan pengiriman lebih awal dan optimalisasi sistem distribusi berbasis hub. Mahendra juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efisiensi operasional sektor logistik. Digitalisasi memungkinkan berbagai proses menjadi lebih efisien, seperti: Pelacakan pengiriman secara real time Pengelolaan rute distribusi lebih efisien Integrasi data logistik “Teknologi memiliki peran sangat besar untuk meningkatkan efisiensi logistik, karena bisa mengatur pergerakan barang dan kendaraan secara lebih efektif,” ujarnya. Namun, transformasi digital di sektor logistik belum merata. Perusahaan besar umumnya lebih cepat mengadopsi teknologi dibandingkan pelaku usaha kecil. BACA JUGA:Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien Dukungan bagi UMKM Mahendra juga menilai sektor logistik memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama melalui pemanfaatan platform perdagangan elektronik. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami sistem logistik agar dapat memanfaatkan peluang efisiensi biaya distribusi. “UMKM perlu memahami proses logistik, misalnya bagaimana mengonsolidasikan pengiriman atau memanfaatkan jalur distribusi yang lebih efisien,” katanya. Ia menambahkan pengalaman selama pandemi COVID-19 juga memberikan pelajaran penting bagi industri logistik mengenai pentingnya kesiapan menghadapi ketidakpastian dalam rantai pasok global. “Dalam rantai pasok itu yang pasti justru ketidakpastian. Karena itu perusahaan harus selalu memiliki rencana cadangan agar distribusi tetap berjalan,” tutupnya.Permintaan Barang Naik, Logistik Ramadhan Diperkirakan Melonjak 30 Persen
Kamis 12-03-2026,13:05 WIB
Reporter : Akmal
Editor : Akmal
Tags : #pengiriman barang
#logistik ramadhan
#industri logistik
#e-commerce indonesia
#distribusi barang
#asosiasi logistik indonesia
Kategori :
Terkait
Kamis 12-03-2026,13:05 WIB
Permintaan Barang Naik, Logistik Ramadhan Diperkirakan Melonjak 30 Persen
Kamis 05-02-2026,20:11 WIB
TikTok Shop Hadirkan AI Canggih, Ini Cara Seller Naikkan Penjualan di 2026
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,13:22 WIB
Cek Sebelum Isi Full Tank! Harga BBM Terbaru 13 Maret 2026 di Pertamina, Shell, BP dan Vivo
Jumat 13-03-2026,13:57 WIB
10 Rekomendasi Mobil 9 Seater Terbaik 2026, Kabin Luas Cocok untuk Keluarga Besar
Jumat 13-03-2026,11:29 WIB
Fasilitasi Pelatihan 59 BCKS, SKK Migas PetroChina Terima Penghargaan dari Kemendikdasmen BGTK Jambi
Jumat 13-03-2026,14:39 WIB
Update Harga Toyota Fortuner Diesel Bekas 2026 dari Generasi Lama hingga GR Sport
Terkini
Sabtu 14-03-2026,02:33 WIB
Heboh! Gudang Kabel di Jambi Timur Terbakar, Damkar Tiba dan Berhasil Jinakkan Api
Jumat 13-03-2026,22:55 WIB
Apple Siapkan iPhone Fold: Siap Bersaing di Pasar Ponsel Lipat, Harganya Capai 33 Juta!
Jumat 13-03-2026,22:33 WIB
Vivo X300s Jadi Ponsel Seri X dengan Baterai Paling Jumbo, Tembus 7.100 mAh
Jumat 13-03-2026,21:59 WIB
Lonjakan Paket Jelang Lebaran Bikin Ekspedisi Kewalahan, Ini Jalan Tengahnya
Jumat 13-03-2026,21:40 WIB