JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Penggunaan second account atau akun kedua di media sosial, khususnya Instagram, bukan lagi hal baru bagi banyak pengguna.
Akun anonim ini biasanya digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari tempat berbagi cerita pribadi hingga menyuarakan pendapat tanpa diketahui oleh orang-orang di kehidupan nyata. Namun, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat anonimitas di dunia digital kini semakin sulit dipertahankan. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa teknologi AI dapat mengungkap identitas pemilik akun anonim dengan cara yang lebih mudah, canggih, dan relatif murah. BACA JUGA:Kunjungi SLB Sri Mujinab Pekanbaru, Dirut PTPN IV PalmCo Bawa Harapan Baru bagi Anak-Anak Istimewa Penelitian tersebut dilakukan oleh Simon Lermen dan Daniel Paleka. Dalam risetnya, mereka mencoba memasukkan akun anonim ke dalam sistem AI dan memintanya mengumpulkan berbagai informasi yang tersedia di internet. AI kemudian menelusuri berbagai sumber data online dan mencocokkan informasi yang ditemukan untuk mengidentifikasi kemungkinan identitas pemilik akun tersebut. Teknologi ini mampu menghubungkan berbagai potongan data yang tersebar di internet, mulai dari aktivitas media sosial hingga informasi publik lainnya. Kemampuan tersebut menimbulkan kekhawatiran baru, karena teknologi yang sama juga berpotensi dimanfaatkan oleh peretas untuk mengidentifikasi akun anonim dengan lebih mudah. BACA JUGA:Transisi Motor Listrik Dipacu, Bahlil Siapkan Insentif untuk Masyarakat Sistem pengawasan berbasis AI yang berkembang pesat saat ini memanfaatkan teknologi Label-Led-Models (LLM) untuk mengumpulkan informasi seseorang dari berbagai sumber di internet. Menurut Lermen, informasi publik yang mudah ditemukan secara online berpotensi disalahgunakan dalam berbagai modus kejahatan digital, seperti spear-phishing. Dalam metode tersebut, peretas menyamar sebagai pihak terpercaya dan mengirimkan tautan berbahaya kepada korban untuk mencuri data pribadi. Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Marc Juarez, dosen keamanan siber dari Universitas Edinburgh. Ia menjelaskan bahwa model bahasa besar atau Large Language Models (LLM) tidak hanya mengandalkan data dari media sosial, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai data publik lain. Data tersebut dapat berasal dari catatan rumah sakit, data penerimaan pasien, hingga berbagai laporan statistik yang tersedia secara terbuka. “Ini cukup mengkhawatirkan. Saya pikir makalah ini menunjukkan kita harus mempertimbangkan kembali praktik-praktik kita,” ujar Juarez seperti dikutip dari The Guardian. Namun, tidak semua ahli sepakat bahwa teknologi ini sepenuhnya berbahaya. BACA JUGA:Praperadilan Yaqut Ditolak Hakim! Status Tersangka Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar Tetap Berlaku Marti Hearst, peneliti dari University of California Berkeley, menilai kemampuan LLM dalam mengidentifikasi seseorang juga memiliki keterbatasan. Menurutnya, sistem AI tidak selalu memiliki cukup informasi untuk menarik kesimpulan yang akurat mengenai identitas seseorang. Dalam banyak kasus, kemungkinan kecocokan data justru terlalu luas sehingga sulit untuk memastikan identitas tertentu. “Mereka hanya bisa menghubungkan antarplatform ketika seseorang membagikan informasi yang sama di beberapa tempat,” jelas Hearst. BACA JUGA:APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Pengamat Sebut Hanya Peredam Guncangan Awal Tahun Meski demikian, para ahli mengingatkan pengguna internet untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi di dunia digital. Sebab, jejak digital yang tersebar di berbagai platform dapat dengan mudah dikumpulkan dan dianalisis oleh teknologi AI yang semakin canggih.Hati-hati! AI Kini Bisa Melacak dan Mengungkap Pemilik Second Account Instagram
Rabu 11-03-2026,15:05 WIB
Reporter : Akmal
Editor : Akmal
Kategori :
Terkait
Jumat 05-06-2026,23:03 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi Sebut Adopsi Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Senin 25-05-2026,12:48 WIB
Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi
Sabtu 23-05-2026,01:13 WIB
31 Tahun Telkomsel Bikin Kejutan! Laba Melonjak, Jutaan Pelanggan Makin Dimanjakan dengan Teknologi AI
Senin 04-05-2026,17:46 WIB
Indosat Tumbuh Dua Digit di Kuartal I 2026, Buktikan Kinerja Dipercepat Hyper-Personalization Berbasis AI
Kamis 30-04-2026,11:38 WIB
Waspada Penipuan Deepfake! Ini Cara Membedakan Video, Suara Asli dan Suara Buatan AI
Terpopuler
Minggu 02-08-2026,07:30 WIB
Honda Brio RS Bekas Masih Jadi Incaran Anak Muda, Ini Daftar Harga dan Spesifikasinya
Minggu 02-08-2026,06:00 WIB
Mazda MX-5 AutoExe Limited Edition Debut di GIIAS 2026, Tampil Eksklusif untuk Penggemar Roadster
Minggu 02-08-2026,06:52 WIB
Jambi Cerah Sepanjang Hari Minggu 2 Agustur 2026, BMKG Prediksi Suhu Capai 32°C
Minggu 02-08-2026,10:06 WIB
'Bantai Yok Bantai!' Video Sekelompok Remaja Bersenjata Tajam di Kota Jambi Bikin Geger
Minggu 02-08-2026,17:44 WIB
Beberapa Hari Tak Terlihat, Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Atas Tempat Tidur di Bungo
Terkini
Minggu 02-08-2026,19:12 WIB
Terungkap! Ini Penjelasan Polisi soal Video Viral Remaja Bawa Sajam di Kota Jambi
Minggu 02-08-2026,18:52 WIB
Merangin Bersiap Sambut Tim Penilai Revalidasi UNESCO Global Geopark 2026
Minggu 02-08-2026,18:49 WIB
Panti ODGJ Jambi Penuh, Butuh Penambahan Ruang Perawatan
Minggu 02-08-2026,18:45 WIB
Kemarau Panjang, Debit Sungai Batanghari Terancam Terus Menyusut, BPBD Minta Masyarakat Bijak Gunakan Air
Minggu 02-08-2026,18:41 WIB