Sementara itu, untuk BMHP khusus seperti kebutuhan operasi tulang yang menggunakan plat atau besi, memang membutuhkan biaya tinggi. Jika belum tercover, pasien bisa dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih sesuai.
Namun untuk pasien tidak mampu dan kelas 3, pihak rumah sakit tetap berupaya maksimal agar bisa ditangani di RSUD Raden Mattaher.
“Untuk bulan puasa sampai Lebaran, kita siap untuk obat-obat dasar. Memang ada beberapa yang masih berproses seperti kontras, karena sistem pembelanjaan menggunakan APBD dan BLUD,” jelas Anton.
BACA JUGA:Hobi Minum Es Teh Manis Saat Buka? Hati-Hati, Risiko Jantung Bisa Mengintai!
Tren Pasien Fluktuatif Saat Ramadan
Dari sisi kunjungan pasien, Anton menyebutkan tren selama Ramadan mengalami fluktuasi. Di awal Ramadan sempat terjadi penurunan, namun kini angka kunjungan kembali meningkat, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Awal Ramadan turun, sekarang sudah naik lagi. Tadi kita lihat di IGD meningkat,” katanya.
Biasanya, pada hari pertama dan kedua Lebaran, jumlah pasien menurun. Namun memasuki hari ketiga dan seterusnya, angka kunjungan kembali naik.
Meski demikian, manajemen memastikan seluruh pasien tetap dapat ditangani dengan baik.
BACA JUGA:Meluncur Mesin Diesel 4x4 Gagah! GWM Tank 500 Dibanderol Rp799 Juta, Speknya Gimana?
Komitmen Perbaikan Pelayanan
Dengan berbagai pembenahan ini, RSUD Raden Mattaher menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat Jambi.
“Ini rumah sakit kita bersama. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini menjadi doa kita bersama agar pelayanan semakin baik,” tutup Anton.
Langkah ini diharapkan menjadi titik balik pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama Provinsi Jambi tersebut, terutama dalam menghadapi lonjakan kebutuhan layanan saat Ramadan dan Lebaran.