JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya pergeseran modus dalam praktik suap.
Jika selama ini suap identik dengan uang tunai, kini emas mulai dilirik sebagai alat transaksi korupsi. Tren tersebut terungkap dari sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan fenomena tersebut. Ia menyebut, dalam beberapa OTT terakhir, KPK menemukan barang bukti berupa logam mulia yang digunakan sebagai alat suap. “Memang betul trennya seperti itu. Dengan beberapa kali kita mendapatkan barang bukti pada saat tertangkap tangan berupa emas,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026). BACA JUGA:Gentengisasi Jadi Program Baru Prabowo: Warga Perlu Tahu Plus Minus Atap Genteng vs Baja Ringan, Mana Lebih Un Menurut Asep, temuan ini membuat KPK semakin menaruh perhatian terhadap emas sebagai komoditas korupsi, selain uang tunai dan aset digital seperti kripto. Emas dinilai memiliki nilai tinggi, mudah disimpan, serta relatif lebih sulit dilacak dibanding uang dalam jumlah besar. Kasus terbaru yang menjadi sorotan adalah OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan barang bukti emas seberat total 5,3 kilogram yang diduga kuat digunakan sebagai alat transaksi suap. BACA JUGA:Konflik Lahan Sawit di Desa Betung! Polres Muaro Jambi Bakal Tetapkan Tersangka Secara rinci, emas yang disita terdiri dari logam mulia seberat 2,5 kilogram dengan nilai sekitar Rp7,4 miliar, serta 2,8 kilogram emas lainnya yang ditaksir senilai Rp8,3 miliar. Selain emas, penyidik juga menyita uang tunai dan sejumlah jam tangan mewah. Jika ditotal, nilai seluruh barang bukti yang diamankan mencapai Rp40,5 miliar. KPK menjelaskan, perkara ini bermula dari adanya permufakatan jahat antara para tersangka untuk mengatur jalur importasi barang yang masuk ke Indonesia. Pengkondisian tersebut diduga membuat sejumlah barang impor milik PT Blueray tidak melalui pemeriksaan fisik sebagaimana mestinya. BACA JUGA:Sepekan Pasca Keracunan Massal MBG di Muaro Jambi, Penyebab Masih Gelap! SOP Dapur Disorot Serius “Sehingga barang-barang yang diduga palsu, KW, dan ilegal bisa masuk ke Indonesia tanpa pengecekan oleh petugas Bea Cukai,” jelas Asep. Dalam kasus ini, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka, yang terdiri dari pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta pihak swasta. Mereka adalah RZL selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024 hingga Januari 2026, SIS selaku Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC, ORL selaku Kepala Seksi Intelijen DJBC, serta JF selaku pemilik PT Blueray. Selain itu, AND sebagai Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray dan DK selaku Manajer Operasional PT Blueray juga turut ditetapkan sebagai tersangka. BACA JUGA:Harga Emas Antam Ambruk Jumat Pagi! Anjlok Rp100.000 Sekaligus, Ini Daftar Lengkap Terbarunya KPK menegaskan akan terus mendalami pola dan modus baru dalam praktik korupsi, termasuk penggunaan emas sebagai alat suap, guna memastikan penegakan hukum tetap efektif di tengah dinamika kejahatan yang terus berkembang.Tak Selalu Duit, KPK Ungkap Emas Kini Jadi Modus Baru Suap
Jumat 06-02-2026,18:50 WIB
Reporter : Akmal
Editor : Akmal
Tags : #tindak pidana korupsi
#suap emas
#ott kpk
#kpk
#korupsi
#kejahatan korupsi
#kasus kpk
#emas jadi suap
#berita hukum
#bea cukai
Kategori :
Terkait
Jumat 06-02-2026,18:50 WIB
Tak Selalu Duit, KPK Ungkap Emas Kini Jadi Modus Baru Suap
Kamis 05-02-2026,05:01 WIB
Diperiksa Kasus Korupsi DAK SMK, Varial Adhi Putra Bungkam Total: Tinggalkan Wartawan Sambil Teleponan
Rabu 04-02-2026,17:40 WIB
Sidang Korupsi DAK SMK! Saksi Akui Terima Uang dari Mantan Kadisdik Vahrial dan Para Terdakwa
Rabu 04-02-2026,12:00 WIB
Kasus Korupsi DAK SMK Rp21,8 Miliar! Varial Cs Diperiksa Sebagai Tersangka Hari Ini
Senin 26-01-2026,11:31 WIB
KPK Panggil Bos Maktour! Nama Fuad Hasan Masyhur Muncul Lagi di Skandal Kuota Haji Rp1 Triliun
Terpopuler
Minggu 08-02-2026,03:15 WIB
Innova Reborn Kembali Diproduksi, Adu Menarik Toyota Kijang Innova vs Innova Zenix
Sabtu 07-02-2026,18:55 WIB
MAN 2 Kota Jambi Tak Berkutik! Dibungkam Guang Ming dengan Skor Telak 35-4
Sabtu 07-02-2026,18:48 WIB
Duel Saudara! SMK Unggul Sakti Tumbangkan SMA Unggul Sakti dengan skor telak 37–21
Minggu 08-02-2026,05:15 WIB
City Hatchback Pengganti Honda Jazz, Cek Harga Terbaru dan Posisi Pasarnya di 2026
Minggu 08-02-2026,09:51 WIB
Laga Panas Sejak Tip-Off! Basket Putri SMAN 1 Kota Jambi Bungkam Titian Teras 29–14
Terkini
Minggu 08-02-2026,14:29 WIB
Detik-Detik Menegangkan! SMAN 1 Batanghari Menang Tipis 12–9, Tangis Warnai Laga
Minggu 08-02-2026,11:25 WIB
Honda Tambah Varian Baru, Brio Satya S CVT 2026 Jadi Matic Entry-Level Paling Ramah Kantong
Minggu 08-02-2026,10:15 WIB
Skor Gila 54–1 di DBL Jambi! SMA IT Ash Shiddiiqi Mengamuk, Pelatih Justru Belum Puas
Minggu 08-02-2026,10:06 WIB
Sejarah Baru Terukir! SMAN 1 Batanghari Hajar Al Falah 40–15
Minggu 08-02-2026,09:58 WIB