JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pemerintah memastikan tidak akan memberikan insentif pembelian sepeda motor listrik sepanjang tahun 2026.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, sekaligus mengakhiri spekulasi publik yang selama ini menunggu kelanjutan subsidi motor listrik dari pemerintah. Keputusan ini menandai babak baru bagi industri kendaraan listrik roda dua di Tanah Air, di mana pelaku usaha dituntut lebih kreatif dan adaptif dalam menghadapi dinamika pasar tanpa sokongan insentif fiskal. Subsidi Motor Listrik Resmi Berakhir Agus menjelaskan, kebijakan penghentian subsidi diambil setelah mempertimbangkan kondisi fiskal negara secara menyeluruh. BACA JUGA:Vespa GTS Super Sport 150 2026: Ini Keunggulan Tersembunyi Vespa GTS Super Sport 150 2026 Berdasarkan perhitungan biaya dan manfaat, insentif motor listrik dinilai belum menjadi prioritas utama sektor otomotif untuk diajukan kepada Kementerian Keuangan. “Motor listrik tidak diberikan insentif tahun ini. Pertimbangannya di mana kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi dan lebih bermanfaat bagi perekonomian keseluruhan,” ujar Agus. Pernyataan tersebut mempertegas sikap Kemenperin yang sebelumnya juga disampaikan kepada Kontan pada Sabtu (31/1). Agus menekankan bahwa Kemenperin memang tidak mengajukan keringanan fiskal untuk kendaraan listrik roda dua, sehingga masyarakat diharapkan tidak lagi menunda pembelian hanya karena menunggu bantuan pemerintah. BACA JUGA:Mengulas Honda Forza 250 2026, Fitur Anyar dan Aura Moge Makin Kental Kilasan Program Subsidi Motor Listrik Sebagai informasi, program subsidi motor listrik mulai berjalan sejak Maret 2023. Pemerintah kala itu memberikan bantuan sebesar Rp7 juta per unit, baik untuk pembelian motor listrik baru maupun konversi dari motor konvensional. Pada tahap awal, implementasi program dinilai kurang optimal akibat persyaratan yang cukup rumit. Namun, melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2023, aturan disederhanakan dengan syarat pembelian cukup menggunakan KTP untuk satu nomor induk kependudukan (NIK). Pada 2023, anggaran insentif mencapai Rp1,75 triliun untuk 200 ribu unit motor listrik baru dan 50 ribu unit konversi. Memasuki 2024, anggaran meningkat menjadi Rp5,25 triliun dengan kuota 600 ribu unit baru dan 150 ribu unit konversi. BACA JUGA:Duel Matic Sport Idaman Sultan! Yamaha XMax TechMax Vs Honda Forza 250, Siapa Lebih Layak Dipinang? Meski demikian, realisasi penyerapan dinilai tidak maksimal sehingga pemerintah memangkas kuota insentif menjadi 50 ribu unit di pertengahan tahun. Dampak Pergantian Pemerintahan Sejak pergantian kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto, kebijakan subsidi motor listrik tidak lagi dilanjutkan. Praktis, hampir satu tahun terakhir produsen harus menjual produknya dengan harga normal tanpa insentif. BACA JUGA:Geely EX2 Pro atau Max? Simak Perbedaan Fitur, Harga, dan Kenyamanannya Kondisi ini turut memengaruhi pasar. Minat konsumen cenderung menurun, sementara sejumlah merek baru terpaksa menghentikan operasional akibat tekanan penjualan dan persaingan yang semakin ketat. Insentif Masih Berpeluang Kembali di 2027 Meski subsidi dihentikan pada 2026, Agus menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik roda dua tetap menjadi perhatian jangka panjang pemerintah. Peluang pemberian insentif disebut masih terbuka pada 2027, bergantung pada hasil evaluasi lanjutan serta kondisi fiskal negara di masa mendatang. BACA JUGA:Rencana Beli Geely EX2? Cek Dulu Skema Kredit Max dan Pro Industri Fokus Konsolidasi, Target 75.000 Unit Di sisi industri, pelaku usaha mulai menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang lebih realistis. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, menyebut ketiadaan subsidi membuat produsen harus lebih kreatif, terutama dalam skema penjualan, pembiayaan, hingga penguatan layanan purnajual. Berdasarkan data Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan, penjualan motor listrik sepanjang 2025 tercatat sekitar 55.059 unit. Untuk 2026, Aismoli menargetkan peningkatan bertahap menjadi 75.000 unit. “Tahun ini kita enggak muluk-muluk. Kalau sekarang 55.000 unit, naik sekitar 25.000 unit saja sudah cukup baik. Namun, dengan berbagai strategi, kami optimistis bisa menembus minimal 100.000 unit,” ujar Budi. BACA JUGA:Siap Mengaspal! Bocoran MG S5 EV, Mobil Listrik Baru yang Debut di IIMS 2026 Memasuki Fase Konsolidasi Pasar Dengan tidak adanya subsidi pada 2026, industri motor listrik nasional kini memasuki fase konsolidasi. Fokus utama bukan lagi mengejar pertumbuhan agresif, melainkan menjaga keberlangsungan pasar, memperkuat struktur industri, serta membangun kembali kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik roda dua di Indonesia.Subsidi Disetop 2026, Industri Motor Listrik Dituntut Lebih Kreatif dan Adaptif
Rabu 04-02-2026,05:05 WIB
Reporter : Akmal
Editor : Akmal
Tags : #subsidi motor listrik
#pasar motor listrik
#motor listrik 2026
#kendaraan listrik
#kemenperin
#industri otomotif
#ekonomi otomotif
#aismoli
Kategori :
Terkait
Rabu 04-02-2026,05:05 WIB
Subsidi Disetop 2026, Industri Motor Listrik Dituntut Lebih Kreatif dan Adaptif
Senin 02-02-2026,15:32 WIB
Siap Mengaspal! Bocoran MG S5 EV, Mobil Listrik Baru yang Debut di IIMS 2026
Senin 02-02-2026,06:05 WIB
Eropa Diakui Tertinggal Jauh, China Unggul 20 Tahun dalam Teknologi Baterai EV
Jumat 23-01-2026,03:50 WIB
Mau MPV Listrik yang Beda? Cara DENZA Menarik Perhatian Pasar Indonesia
Rabu 21-01-2026,15:00 WIB
Debut Mobil Listrik Perdana Polytron, G3 Series Tampil Canggih dengan Fitur Parkir Otomatis
Terpopuler
Rabu 04-02-2026,12:08 WIB
Soal LPG 3 Kg di Tebo Langka! Pertamina Awasi 280 Pangkalan, Pengecer Nakal Bakal Disanksi
Rabu 04-02-2026,10:42 WIB
Harga Emas Antam Meledak Lagi! Rabu Ini Naik Rp102 Ribu, Tembus Rp2,9 Juta per Gram
Rabu 04-02-2026,12:00 WIB
Kasus Korupsi DAK SMK Rp21,8 Miliar! Varial Cs Diperiksa Sebagai Tersangka Hari Ini
Rabu 04-02-2026,04:04 WIB
Viral Kecelakaan di Tol Jagorawi, JETOUR Indonesia Akhirnya Beri Klarifikasi
Terkini
Rabu 04-02-2026,20:50 WIB
Wali Kota Jambi Serahkan Insentif Petugas Keagamaan dan Bonus Kafilah MTQ
Rabu 04-02-2026,17:40 WIB
Sidang Korupsi DAK SMK! Saksi Akui Terima Uang dari Mantan Kadisdik Vahrial dan Para Terdakwa
Rabu 04-02-2026,12:08 WIB