b9

Canggih! Motor Listrik Omo X Bisa Berdiri Sendiri, Indonesia Jadi Negara Pertama Peluncuran

Canggih! Motor Listrik Omo X Bisa Berdiri Sendiri, Indonesia Jadi Negara Pertama Peluncuran

Motor listrik Omo X dari Omoway akan meluncur di Indonesia pada Mei 2026-Jambi-Independent-OTO

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Produsen teknologi mobilitas Omoway memastikan motor listrik canggih Omo X akan meluncur di Indonesia pada akhir Mei 2026.

Menariknya, Indonesia dipilih sebagai pasar pertama di dunia sebelum kendaraan ini diperkenalkan ke negara lain.

Peluncuran ini menjadi kelanjutan dari debut pengenalan Omo X yang sebelumnya telah dilakukan di Jakarta pada tahun lalu.

Perusahaan juga menjadwalkan pembukaan pre-order pada akhir April 2026, sementara pengumuman resmi mengenai harga dan spesifikasi lengkap akan dilakukan saat peluncuran di Jakarta.

BACA JUGA:Energi Ramadan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29 ribu Anak Yatim

 

General Manager Indonesian Market Omoway, Yulong Chen, mengatakan Indonesia memiliki peran penting dalam strategi global perusahaan.

Menurutnya, besarnya jumlah pengguna sepeda motor serta kebutuhan mobilitas yang tinggi membuat Indonesia menjadi pasar ideal untuk memperkenalkan teknologi kendaraan roda dua terbaru.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami. Dengan jumlah pengguna sepeda motor yang sangat besar dan kebutuhan mobilitas yang tinggi, kami melihat peluang besar untuk menghadirkan teknologi berkendara yang lebih aman dan cerdas bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Selain menghadirkan produk, Omoway juga menyiapkan berbagai inisiatif lokal, mulai dari pengembangan ekosistem layanan hingga kolaborasi dengan mitra industri dalam negeri.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Anjlok Rp24.000 Hari Ini! Nyaris Tembus Rp3 Juta per Gram, Investor Mulai Waspada

 

Teknologi Penyeimbang Otomatis

Keunggulan utama motor listrik Omo X terletak pada teknologi penyeimbang otomatis berbasis giroskop kelas dirgantara yang dipadukan dengan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Teknologi ini memungkinkan motor tetap tegak bahkan saat berhenti tanpa perlu ditopang kaki pengendara. Sistem tersebut dikembangkan melalui arsitektur OMO-ROBOT, yang memanfaatkan AI berbasis reinforcement learning untuk menjaga keseimbangan kendaraan secara otomatis.

Selama puluhan tahun, sepeda motor dikenal mudah jatuh ketika keseimbangan terganggu, terutama saat kecepatan rendah atau ketika berhenti. Omo X hadir sebagai solusi atas tantangan klasik kendaraan roda dua tersebut.

Founder Omoway, Todd He, mengatakan inovasi ini berawal dari pertanyaan sederhana yang muncul dalam proses riset perusahaan.

“Selama bertahun-tahun kami bertanya satu hal sederhana, mengapa sepeda motor masih bisa jatuh ketika berhenti? Dari pertanyaan itu lahir gagasan untuk membangun kendaraan roda dua yang mampu menjaga keseimbangannya sendiri,” jelasnya.

BACA JUGA:Mutasi Polri! Ini Nama-nama Kasat di Jajaran Polda Jambi yang Kena Mutasi

 

Sempat Tampil di Singapura

Sebelum peluncuran resminya di Indonesia, prototipe Omo X juga sempat diperkenalkan dalam sebuah acara di Jewel Changi Airport, Singapura, tepatnya di area Cloud9 Piazza pada Kamis (12/3).

Motor listrik ini langsung menarik perhatian publik karena mampu berdiri tegak tanpa bantuan kaki pengendara.

Meski dirancang sebagai produk global, Omoway menyatakan ekspansi ke negara lain belum menjadi prioritas pada 2026. Pasar seperti Vietnam, Thailand, Malaysia hingga Eropa dan Amerika Serikat masih dalam tahap evaluasi.

Perusahaan saat ini memilih fokus pada pengembangan teknologi serta riset pasar sebelum memperluas distribusi secara internasional.

BACA JUGA:Mutasi Polri! Ini Nama-nama Koorspripim dan Wakapolres Jajaran Polda Jambi yang Baru

 

Perkenalkan Robot Mobilitas

Selain motor listrik pintar, Omoway juga memperkenalkan Mobility One, robot roda serbaguna yang dirancang untuk berbagai kebutuhan seperti logistik, patroli keamanan hingga operasi penyelamatan.

Robot ini mengusung konsep split-unit delivery, di mana unit utama berfungsi untuk transportasi jarak jauh. Sementara unit pengiriman yang lebih kecil dapat terlepas secara otomatis untuk menyelesaikan pengiriman hingga ke depan pintu tujuan.

Menurut Todd He, pengembangan teknologi robotik ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem mobilitas berbasis kecerdasan buatan.

“Kami percaya masa depan mobilitas bukan hanya tentang kendaraan listrik, tetapi kendaraan yang mampu berpikir, merasakan dan berinteraksi dengan lingkungannya,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait