Jangan Anggap Sepele, Menkes Ungkap Satu Bakwan Setara Lari 5 Km

Sabtu 31-01-2026,09:15 WIB
Reporter : Akmal
Editor : Akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kebiasaan nyemil gorengan kerap dianggap sepele oleh banyak orang, padahal dampaknya terhadap kesehatan tidak main-main.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap fakta mengejutkan soal gorengan yang selama ini jadi camilan favorit masyarakat Indonesia.

 

Menurutnya, satu biji gorengan seperti bakwan, tempe goreng, atau tahu isi, ternyata menyimpan kalori tinggi yang harus “dibayar mahal” dengan aktivitas fisik.

Hal tersebut disampaikan Budi lewat konten Budi Gemar Sharing (BGS) di Instagram Reels. Dalam video yang diunggah dan dikutip Kamis (29/1/2026), Menkes menjelaskan bahwa satu gorengan rata-rata mengandung sekitar 100 hingga 150 kalori, meski ukurannya terlihat kecil dan tidak memberikan rasa kenyang yang signifikan.

BACA JUGA:Geger di Muaro Jambi! Dapur MBG di Sengeti Resmi Distop, Sekda Ungkap Indikasi Kelalaian Pengelola

“Kelihatannya kecil, tapi kalorinya tinggi banget,” ujar Budi dalam video tersebut.

Budi pun mengakui bahwa dirinya dulu termasuk penggemar gorengan. Tempe goreng, bakwan, hingga tahu isi kerap jadi camilan favoritnya.

Namun, masalah utama bukan hanya pada satu gorengan, melainkan kebiasaan makan yang sulit berhenti di satu biji. Ia menilai, sebagian besar orang rata-rata bisa menghabiskan tiga sampai empat gorengan dalam sekali makan.

 

Jika dihitung, jumlah tersebut setara dengan 300 hingga 450 kalori yang masuk ke dalam tubuh hanya dari camilan.

BACA JUGA:Bupati Muaro Jambi Buka Seleksi Tenis Lapangan PA se-Provinsi Jambi 2026 di Sengeti

Dalam video tersebut, Budi tampak berada di atas treadmill sambil memberikan ilustrasi nyata soal konsekuensi konsumsi gorengan.

Menurutnya, bagi seseorang dengan berat badan sekitar 70 kilogram, kalori dari beberapa gorengan itu harus ditebus dengan lari sejauh lima kilometer.

 

Bahkan, hanya satu gorengan saja sudah membuatnya harus berlari sekitar 25 menit di treadmill untuk membakar kalori yang masuk.

“Ini baru satu gorengan malam hari, saya harus lari sekitar 25 menit,” katanya.

BACA JUGA:Geger MBG di Muaro Jambi! 18 Siswa Dilarikan ke RS Diduga Keracunan, Polisi Ambil Sampel Makanan

Budi menilai, kebiasaan makan seperti ini sering luput disadari oleh masyarakat, terutama mereka yang mengeluhkan berat badan naik secara perlahan.

Ia mengingatkan agar masyarakat lebih jujur mengevaluasi pola makan sehari-hari, termasuk camilan yang kerap dianggap remeh.

 

“Yang suka ngeluh berat badan naik, coba dicek lagi kebiasaan makannya,” ujar Budi.

Lebih lanjut, Menkes mengajak masyarakat mulai membiasakan pola makan bergizi seimbang. Menu harian ideal, menurutnya, harus mencakup karbohidrat kompleks, protein yang cukup, serta asupan serat tinggi dari sayur dan buah.

BACA JUGA:DPD RI Menilai BPR Aur Kenali Telah Mental Block, Ngotot Minta Investor Pindah

Ia menegaskan, makanan yang digoreng sebaiknya tidak dijadikan konsumsi rutin, apalagi sebagai camilan harian.

 

 

Menurut Budi, perubahan kecil dalam kebiasaan makan bisa memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Mengurangi gorengan, memilih metode memasak yang lebih sehat, serta meningkatkan aktivitas fisik, menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga berat badan dan mencegah berbagai penyakit metabolik.

Kategori :