Jangan Anggap Sepele! Ini Bahaya DBD Saat Musim Hujan dan Cara Lindunginya
Ilustrasi Vaksin (demam berdarah) DBD-Shutterstock/jambi-independent.co.id-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Memasuki musim hujan, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak genangan air di lingkungan sekitar rumah. Kondisi ini menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus berkembang biak.
Tanpa kewaspadaan dan pencegahan yang tepat, DBD dapat berkembang menjadi penyakit serius yang mengancam nyawa.
DBD bukanlah penyakit ringan yang bisa dianggap sepele. Jika terlambat ditangani, infeksi virus dengue dapat menyebabkan komplikasi berat akibat penurunan trombosit secara drastis dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
BACA JUGA:Terbongkar! Sekoper Narkoba Milik Eks Kapolres Bima Disita, Isinya Bikin Kaget
Apa Itu DBD?
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes.
Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan kebocoran plasma darah, perdarahan, hingga syok apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Mengapa Kasus DBD Meningkat Saat Musim Hujan?
Ada beberapa faktor yang membuat kasus DBD cenderung melonjak ketika musim hujan tiba:
- Banyaknya genangan air menjadi tempat favorit nyamuk bertelur.
- Kelembapan udara yang tinggi membuat nyamuk bertahan hidup lebih lama.
- Perubahan cuaca ekstrem dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga seseorang lebih rentan terinfeksi.
Karena itu, musim hujan menjadi periode krusial untuk meningkatkan kewaspadaan.
BACA JUGA:Dikebut Jelang Lebaran 2026! DPR RI Sidak Jalan Tol Palembang–Betung, Progres Sudah 89,91 Persen
Kenali Gejala DBD Sejak Dini
Gejala DBD umumnya muncul 4–10 hari setelah seseorang digigit nyamuk yang terinfeksi. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Demam tinggi mendadak (38–40°C)
- Nyeri kepala dan nyeri di belakang mata
- Nyeri otot dan sendi
- Mual dan muntah
- Muncul bintik merah pada kuli
- Penurunan trombosit (berdasarkan pemeriksaan laboratorium)
- Perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, terutama jika disertai muntah terus-menerus, tubuh terasa sangat lemas, atau muncul tanda perdarahan.
Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah.
BACA JUGA:Resmi! Libur Imlek 2026 Jadi 4 Hari? Ini Rincian Long Weekend Februari yang Bikin Senyum Lebar
Cara Efektif Mencegah DBD
Pencegahan tetap menjadi langkah paling ampuh untuk menekan risiko DBD. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
1. Terapkan 3M Plus
- Menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali.
- Menutup rapat semua wadah penyimpanan air.
- Mengubur atau membuang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
- Plus, gunakan kelambu, lotion antinyamuk, atau bubuk larvasida pada tempat yang sulit dikuras.
2. Jaga Kebersihan Lingkungan
- Bersihkan selokan dan talang air agar tidak tersumbat.
- Pangkas tanaman yang terlalu rimbun.
- Pastikan ventilasi rumah baik agar tidak menjadi tempat persembunyian nyamuk.
3. Gunakan Proteksi Tambahan
- Oleskan lotion antinyamuk, terutama pada anak-anak.
- Pasang kawat kasa di jendela atau gunakan kelambu saat tidur.
- Kenakan pakaian lengan panjang saat pagi dan sore hari, ketika nyamuk paling aktif.
4. Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Walaupun imunitas tidak sepenuhnya mencegah DBD, daya tahan tubuh yang baik dapat membantu mengurangi risiko keparahan gejala. Caranya dengan:
- Mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin C.
- Istirahat cukup dan mengelola stres.
- Memperbanyak minum air putih.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jangan tunda pemeriksaan medis jika mengalami:
- Demam tinggi lebih dari tiga hari
- Muntah berulang
- Mimisan atau gusi berdarah
- Tubuh terasa sangat lemas
- Muncul bintik merah pada kulit
Penanganan medis yang cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi serius.
BACA JUGA:Makeup Simpel Tanpa Ribet, Satu Palette untuk Ramadhan hingga Lebaran
Kesimpulan
Musim hujan memang membawa kesejukan, namun juga meningkatkan risiko penyebaran DBD. Penyakit ini masih menjadi ancaman nyata yang tidak boleh diabaikan.
Dengan menerapkan 3M Plus, menjaga kebersihan lingkungan, serta melindungi diri dan keluarga, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.
Tetap waspada, kenali gejalanya, dan jangan ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda mencurigakan. Pencegahan sederhana hari ini bisa menyelamatkan kesehatan di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



