JAMBI-INDEPEDENT.CO.ID - Bagi Anda yang baru mulai melirik dunia saham, istilah IHSG pasti sering muncul di berita ekonomi, media sosial, hingga obrolan grup investasi.
Namun tak sedikit yang masih bingung, apa sebenarnya IHSG dan kenapa pergerakannya selalu jadi sorotan? IHSG merupakan singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan, yaitu indikator yang mencerminkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Secara sederhana, IHSG berfungsi sebagai “cermin” kondisi pasar saham Indonesia—apakah sedang menguat, melemah, atau bergerak stabil. Angka IHSG berubah setiap hari mengikuti aktivitas jual beli saham di bursa. Ketika mayoritas saham mengalami kenaikan harga, IHSG cenderung naik. Sebaliknya, jika banyak saham turun, IHSG pun ikut melemah. BACA JUGA:Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Perluas Dukungan bagi Pengembangan Ekonomi Desa Kenapa IHSG Penting untuk Investor Pemula? Bagi investor, khususnya pemula, IHSG berperan sebagai kompas awal sebelum mengambil keputusan investasi. Indeks ini membantu Anda membaca arah pasar secara umum, tanpa harus langsung menganalisis satu per satu saham. Saat IHSG berada dalam tren naik, kondisi ini sering diartikan sebagai meningkatnya optimisme investor terhadap ekonomi dan kinerja perusahaan. Sebaliknya, ketika IHSG turun, hal tersebut bisa menjadi sinyal kehati-hatian, atau justru peluang untuk membeli saham dengan harga lebih murah tentu dengan analisis yang matang. IHSG juga kerap dijadikan patokan untuk melihat apakah kinerja portofolio Anda sudah lebih baik dibandingkan rata-rata pasar, atau justru masih tertinggal. BACA JUGA:IHSG Anjlok 8 Persen Hari Ini, Kamis 29 Januari 2026: Apa Penyebabnya dan Apa yang Harus Dilakukan Investor? IHSG Bukan Sekadar Angka Lebih dari sekadar grafik naik-turun, IHSG mencerminkan dinamika pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Indeks ini mencakup berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, consumer goods, hingga teknologi. Bagi pemula, IHSG bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal indeks lain seperti LQ45, yang berisi saham-saham likuid dan berkapitalisasi besar. Saham-saham dalam indeks ini kerap menjadi incaran investor karena relatif aktif diperdagangkan dan dinilai lebih stabil. Istilah-Istilah yang Sering Muncul Saat Membahas IHSG Saat mengikuti pergerakan IHSG, Anda akan sering menemukan berbagai istilah pasar modal. Memahaminya akan membantu Anda lebih percaya diri dalam membaca situasi pasar.-
Buyback adalah aksi perusahaan membeli kembali sahamnya dari pasar untuk meningkatkan nilai saham atau memperbaiki struktur modal. Portofolio merupakan kumpulan aset investasi yang dimiliki investor, seperti saham, obligasi, atau reksa dana.
Capital gain adalah keuntungan dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga beli. Capital loss terjadi ketika saham dijual lebih rendah dari harga beli.
Fluktuasi menggambarkan naik-turunnya harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor.
Bubble adalah kondisi harga saham naik tidak wajar dan berisiko pecah sewaktu-waktu.
Cut loss berarti menjual saham untuk membatasi kerugian.
Hold adalah strategi menahan saham untuk jangka waktu tertentu.
Bullish menunjukkan kondisi pasar yang cenderung naik.
Likuiditas menggambarkan seberapa mudah saham diperjualbelikan di pasar.